Hingga saat ini, jajaran Polri sudah menyalurkan bantuan sosial kepada warga masyarakat, bagi masyarakat yang terdampak pandemic.
“Yang lebih membanggakan, jajaran Polri membantu para guru dan siswa dalam proses belajar mengajar,” ujar Chriswanto.
Beberapa polres yang sudah memiliki jaringan internet dan memiliki laptop dan komputer, mengizinkan para siswa menggunakan fasilitas internet di kantor polres untuk tempat belajar daring bagi para siswa untuk melanjutkan proses belajar mengajar.
Baca Juga:Terkuak, Penyebab Kematian Pendiri Antivirus McAfee, Ini PenyebabnyaDiisukan Meninggal, Anang Hermansyah Hanya Tertawa
HUT Bhayangkara meskipun berada dalam kondisi wabah Covid-19, menurut Chriswanto, meningkatkan dukungan dan kepercayaan masyarakat. Ia berharap, Hari Bhayangkara menjadi titik awal pijakan sinergi yang lebih besar, antara LDII, warga masyarakat umumnya bersama Polri untuk menekan penyebaran Covid-19.
Menurut KH Chriswanto Santoso, pihaknya telah menyelaraskan gerakan dengan Polri, dalam menjaga ketertiban dan keamanan sebagai modal membangun bangsa dan negara.
“Kami telah menjaling saling pengertian atau taswiyatul manhaj dan hasilnya menyelaraskan gerakan atau tansiqul harakah dengan Polri,” ujarnya.
Kesepahaman antara LDII dan Polri terwujud, saat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengunjungi DPP LDII beberapa waktu lalu.
“Kami selalu berharap bisa bersinergi dengan ormas-ormas di Indonesia. Kami tahu bahwa di dalam melaksanakan tugas dalam hal menjaga Kamtibmas harus bersinergi. Maka, dalam rangka mengawal penanggulangan dan menurunkan angka Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, pihaknya berharap LDII bisa selalu bersinergi dengan Polri sehingga apa yang sudah terjalin bisa diteruskan dan dikembangkan.
Sehingga Polri, ormas Islam, dan para tokoh masyarakat bisa mewujudkan cita-cita bangsa.
Baca Juga:Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Umur 12-17 Tahun, Dokter Spesialis Beri TanggapanTanggapan Jokowi pada BEM UI Dianggap Tak Subtansial, Ini Penjelasan Ismail Hasani
”LDII adalah ormas yang paling kompak dari seluruh ormas yg ada. Kami siap dan butuh bekerja sama dengan LDII terkait dengan 8 program LDII,” pungkas mantan Kapolres Surakarta itu.
Menurut Kapolri Sigit, untuk menjadikan Indonesia menjadi aman dan sejahtera adalah tugas kepolisian dan lembaga dakwah, seperti LDII.
Apalagi pada kondisi pandemi Covid-19, begitu banyak permasalahan yang harus diselesaikan bersama-sama.
“Kami harus mengintegrasikan, mengkonsolidasikan ide dan segala macam gerakan ini menjadi tansiqul harokah atau gerak yang sama,” imbuhnya.
