Rambu-Rambu Lalu Lintas Berpuasa

Drs. H Karsidi Diningrat, M.Ag.
Drs. H Karsidi Diningrat, M.Ag.
0 Komentar

Rambu lainnya hendaknya kita yang berpuasa itu membiasakan diri makan sedikit, tidak berlebihan, sehingga bisa merasakan pengaruh puasa itu atas diri kita. Kelak, diri akan menemukan rahasia dan tujuan puasa, yaitu mendidik jiwa dan mengurangi nafsu dan syahwat.

Sebab, berlapar diri dan mengosongkan perut bisa meninggalkan pengaruh yang baik untuk memerangi hati nurani dan membangkitkan semangat pada anggota badan untuk beribadah. Manakala kenyang perut merupakan sumber kekerasan dan kelalaian hati, di samping menimbulkan perasaan malas untuk beribadah.

Di antara Sunnah orang yang berpuasa ialah, menyegerakan berbuka puasa. Sebaiknya dimulai dengan buah kurma.

Baca Juga:Perseteruan Vaksin Nusantara Ungkap Siapa Mafia VaksinSE Acuan Larangan Mudik Segera Diterbitkan

Buah kurma mengandung tujuh puluh sampai tujuh puluh delapan persen bahan gula dari komposisinya. Kurma adalah termasuk jenis buah-buahan yang paling kaya dengan zat gula alami, dan jika tidak ada, mulailah dengan air.

Nabi Saw. senantiasa berbuka puasa dahulu sebelum menunaikan shalat magrib. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, “Manusia senantiasa dalam keadaan baik-baik saja selagi mereka menyegerakan berbuka.” (HR, Jamaah).

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw. bersabda, “Umatku tetap akan berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahur.” Juga dalam hadits yang lain Rasulullah Saw. bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu terkandung keberkahan.” (HR. Syaikhan melalui Anas. r.a.).

Perbuatan yang sangat dianjurkan ialah, mengundang orang-orang yang berpuasa untuk membuka puasa bersama, sekalipun dengan beberapa butir kurma, atau sedikit air minum. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, “Barangsiapa memberikan jamuan buka puasa kepada seorang yang bershaum, ia mendapatkan pahala yang sama dengannya, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa barang sedikit pun.” (HR. Ahmad).

Jadi, orang yang mengundang berbuka puasa, akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. Dan pahala ini dikhususkan bagi orang yang mengundang berbuka saja, meski hanya dengan segelas air.

Akan lain halnya orang yang mengundang makan setelah berbuka di rumahnya, atau mengundang makan di waktu yang lain, maka ia tidak memperoleh pahala yang besar ini. Dia hanya mendapat pahala mengundang makan saja, dan pahalanya pun besar pula.

0 Komentar