oleh

Begini, Modus Pengiriman Pekerja Migran Ilegal Menurut BP2MI

BANDUNG – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani megungkapkan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri sangat mirip dengan kejahatan Human Trafiking.

Menurutnya, para pekerja migran Indonesia (PMI) sejauh ini masih banyak yang diperalat secara terorganisir. Bahkan pelakunya banyak yang berasal dari oknum aparatur negara.

‘’Mereka kemudia ditipu sehingga hasil keringatnya di luar negeri raib begitu saja,’’kata Benny ketika ditemui di gedung sate belum lama ini.

Dia memaparkan, penempatan tenaga kerja dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan modal besar.

Celakanya, kejahatan tersebut dilindungi oleh sejumlah aparat negara seperti oknum TNI polri, keimigrasian, dan kementerian tenaga kerja.

“Saya harus fair, ada juga oknumnya di badan yang saya pimpin, keuntungan dari setiap pekerja migran bisa mencapai Rp20 juta,” katanya.

Kejahatan kedua, menurutnya dilakukan dengan cara memeras PMI. Biasanya dilakukan mulai dari awal keberangkatan.

Warga negara Indonesia yang mau jadi PMI rata-rata tidak memiliki uang. Mereka biasanya akan mengiming-imingi diberi dana untuk berangkatkan ke negara penempatan.

‘Para agen-agen ini turun hingga ke rumah calon PMI untuk menawarkan jasanya dengan tawaran gaji menggiurkan, tempat penampungan dan pelatihan memadai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga