5 Fakta Unik Film Raya and The Last Dragon: Tuk-tuk Ternyata Memang Kendaraan

5 Fakta Unik Film Raya and The Last Dragon: Tuk-tuk Ternyata Memang Kendaraan
RAYA AND THE LAST DRAGON - As an evil force threatens the kingdom of Kumandra, it is up to warrior Raya, and her trusty steed Tuk Tuk, to leave their Heart Lands home and track down the last dragon to help stop the villainous Druun. © 2020 Disney. All Rights Reserved.
0 Komentar

Lagu “Trust Again” memiliki makna terkait kepercayaan dan persahabatan yang terinspirasi dari petualangan Raya, seorang pendekar yang menggambarkan semangat dari bangsa-bangsa Asia Tenggara yang tinggal di wilayah bernama Kumandra.

Keterlibatan musisi lintas negara itu merupakan kolaborasi perdana di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu mewujudkan komitmen Disney untuk berkolaborasi dengan talenta-talenta lokal berbakat untuk menghadirkan konten hiburan berkualitas bagi penonton di Asia Tenggara.

Baca Juga:Wacana Usulan Hak Interpelasi DPRD kepada Wali Kota Bogor Batal DigulirkanPastikan Kesiapan Petugas, Kapolda Jabar Tinjau Posko PPKM di Majalengka

  1. Raya tidak bernyanyi

Dalam Raya and the Last Dragon, tidak ada adegan bernyanyi seperti “putri Disney” lainnya seperti Elsa, Anna, atau Rapunzel. Raya sepertinya terlalu fokus dan tidak sempat bernyanyi. Lagu temanya ada di akhir film.

Meskipun tidak ada lagu di tengah cerita, musik latar yang mengisi film ini sangat menarik.

  1. Benda dan karakter dari budaya Asia Tenggara

Senjata yang menemani Raya dalam Raya and The Last Dragon adalah Arnis, senjata khas Filipina. Beberapa pedang yang muncul dalam film juga bergelombang, mirip Keris. Topi tudung Raya, serupa caping. Nama trenggiling Raya, Tuk-tuk, serupa dengan nama kendaraan mirip delman yang ada di Kamboja.

 

0 Komentar