SBY: Saya Tidak Pernah Merusak Partai Lain, Tapi Mengapa Demokrat Dibeginikan

SBY: Saya Tidak Pernah Merusak Partai Lain, Tapi Mengapa Demokrat Dibeginikan
ISU KUDETA: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap tidak bisa untuk menolak digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.  (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
0 Komentar

JAKARTA – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menyangka partai berlogo bintang mercy harus menghadapi cobaan seperti ini. Karena, ada yang ingin mengambil alih Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Diketahui, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Sebagai orang yang menggagas berdirinya Partai Demokrat termasuk membina dan membesarkan partai ini dan bahkan pernah memimpin, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa Demokrat dibeginikan,” ujar SBY dalam jumpa pers di kediamannya Cikeas, Jawa Barat, Jumat (5/3) malam.

Baca Juga:Drama Legendaris “Princess Hours” Akan Dibuat Ulang Versi BaruBuruan Daftar! Program “Be a Galaxy Creator” Tawarkan Kesempatan Kreator Muda Berkreasi di Masa Pandemi

SBY mengatakan selama dirinya menjadi Presiden Indonesia tidak pernah mengusik partai politik lain. Tidak seperti saat ini Moeldoko yang berada di pemerintah yang berkuasa dengan seenaknya saja mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat dengan cara-cara ilegal.

“Saya benar tidak menyangka sewaktu 10 tahun memimpin dulu tidak pernah secara ganggu dan merusak partai lain seperti yang saya alami saat ini,” katanya.

Oleh sebab itu, SBY merasa Moeldoko tidak memiliki perasaan tega membuat Partai Demokrat harus mengalami polemik yang terjadi saat ini.

“Banyak yang tidak percaya Moeldoko besekongkol dengan orang dalam dan benar-benar tega dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” tegasnya.

SBY mengatakan banyak pihak yang meragukan Moeldoko bisa mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang dipegang Agus Harimurti (AHY) ini. Namun nyatanya saat ini benar-benar terjadi. “Tapi hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang telah terjadi di negara yang kita cintai ini, banyak yang tercengan dan tidak percaya,” pungkasnya.(jawapos)

0 Komentar