oleh

Ridwan Kamil Tegaskan, Isu Sensitif Jangan Digunakan Bahan Bercandaan

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan tanggapan atas aksi penolakan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oknum tenaga kesehatan di Rumah Sakit Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta. Dirinya mengaku sudah menelusuri kasus tersebut. Faktanya, hanya sebatas bercanda dengan menggunakan media sosial.

“Itu cuma main-main, mengobati stres dengan main TikTok. Ternyata memang tidak diniatkan,” kata Emil panggilan akrab Ridwan Kamil, di Markas Polda Jabar, Senin (11/1).

Emil, telah menegur oknum tenaga kesehatan bersangkutan. Dia meminta agar tidak menggunakan isu sensitif sebagai bahan candaan. Pasalnya, hal itu dapat diterjemahkan oleh masyarakat sebagai sesuatu yang serius dan penting, serta menimbulkan persepsi yang berbeda.

“Saya titip di situasi pandemi yang semua orang juga capek dan stres, hindari mencari hiburan dengan menggunakan isu-isu yang sangat sensitif. Mohon tidak diulangi lagi,” tegasnya.

Dia juga mengakui kasus tersebut bermunculan di berbagai daerah, seperti Kabupaten Karawang juga Cikarang Bekasi. Dirinya berharap pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak terjadi lagi.

Emil memastikan vaksin Covid-19 dinilai aman dan halal. Terbukti bahwa dirinya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jabar bersedia menjadi relawan uji coba vaksin Covid-19.

“Tubuh kita ada antibodi untuk melawan Covid-19. Hal ini untuk menyemangati masyarakat yang tidak yakin akan vaksin Covid-19,” cetusnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga