Mengenal Penerjun Sipil Tertua yang Masih Aktif

Mengenal Penerjun Sipil Tertua yang Masih Aktif
0 Komentar

’’Itu pernah terjadi sebanyak dua kali. Tapi untungnya, ada parasut cadangan yang bisa dia pakai,’’kata dia.

Meski sebagai penerjun, perasaan takut pasti ada. Dan itu adalah hal manusiawi. Akan tetapi, karena hobi perasaan takut itu menjadi tantangan untuk menguji nyali.

Selain terjun paying, olahraga yang pernah digeluti adalah Gantole, Paralayang, hingga Paramotor. Tapi sepertinya olahraga itu kurang dimintai banyak generasi muda.

Baca Juga:Belum Selesai Dibangun dengan Anggaran Rp8 Miliar, Gedung SLRT Dinsos Kab. Bandung Malah TerbakarTekan Penyebaran COVID-19 di Bodebek, Gubernur Setiap Minggu Berkantor di Depok

’’Zaman sudah berubah, sekarang ada drone bisa bawa kamera, dulu kalau pengen foto udara harus naik Paramotor atau Paralayang,’’ujarnya.

Setelah aktif digerakan pramuka, keinginan Mas Wo sebetulnya sederhana. Pengalaman diterjun paying ingin ditularkan kepada generasi muda khususnya anggota pramuka di Jawa Barat.

“Pramuka itu tidak hanya menyanyi, tepuk tangan, atau camping saja. Tapi juga ada kegiatan terjun payung dan sebagainya. Pramuka itu tidak mengenal pensiun,” jelas pria yang pernah mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember, Jawa Timur itu.

Diakhir pembicaraan Mas Wo mengingikan agar Pramuka semakin diminati oleh generasi muda. Sebab, dalam Pramuka bukan saja mendidik. Tapi membina karakter agar menjadi generasi kreatif tapi memiliki kepribadian baik. (yan).

0 Komentar