Ridwan Kamil Minta TNI/Polri Lindungi Ulama

Ridwan Kamil Minta TNI/Polri Lindungi Ulama
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil sangat prihatin insiden penusukan terhadap Syekh Ali Jaber yang sedang melakukan safari dakwah di Lampung.

Kendati demikian, guna tidak terjadi kejadian tersebut di Jabar, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda dan MUI Jabar untuk meningkatkan siagaan.

“Khususnya dari kepolisian sudah ada edaran. Yang pertama agar setiap panitia dakwah keagamaan itu agar segera berkoordinasi kepada aparat kepolisian setempat dan berhak mengajukan pengamana baik terbuka maupun tertutup,” ucap Emil di Makodam III/Siliwangi, Bandung, Senin (14/9).

Baca Juga:Pasar Panorama Diplototi Tim Gabungan, 27 Pengunjung Terjaring Razia MaskerNasib P3K di Cimahi Masih Belum Jelas, Statusnya Digantung Setahun Lebih

“Saya sudah instruksikan via Kapolda Jabar agar para ulama yang sedang berdakwah di Jawa Barat untuk diberi ekstra pengamanan oleh aparat setempat dan panitia acara,” imbuhnya.

Ia berpesan, kepada kepada panitia yang akan menyelenggarakan kajian di ruang-ruang publik, agar membuat informasi keamanana yang waspada tapi tidak terlihat menegangkan atau berlebihan.

“Mudah-mudahaan dengan antisipasi seperti ini di Jabar insya Allah suasana dawah tetap terjaga dengan baik. Mari kita selalu muliakan dan lindungi para ulama kita. Semoga Allah selalu jauhkan Indonesia dari benih-benih perpecahan dan kekerasan. Aamiin,” paparnya.

Sementara itu, Ulama Syekh Ali Jaber saat konfensi pers di Kota Lampung, meminta kepada para jamaah dan netizen bersabar atas peristiwa penusukan yang dialaminya. Sebab, saat terjadi punusukan tersebut ramai di perbincangkan di media sosial.

“Pada netizen jangan terpancing dan termotivasi dengan ujian yang terjadi, katanya penusuk ulama dibilang gila. Kalau pejabat dibilang teroris, sabar, sabar, jangan kita buruk sangka, jangan suuzon,” ucapnya.

Menurutnya banyak orang yang melakukan cara-cara untuk memadamkan cahaya Al-Quran, namun Syekh Ali Jaber berkata jika itu hal yang sia-sia. Syekh Ali pun menjelaskan jika setelah peristiwa penusukan itu terjadi, dirinya kembali melanjutkan kajiannya.

“Banyak orang yang memadamkan cahaya Al-Quran, tapi tidak akan ada yang mampu memadamkan cahaya Al-Quran. Malam itu habis musibah saya isi kajian dan alhamdulilah pada hari ini masih bisa ramah tamah dan akan kembali ke Jakarta,” ungkapnya.

0 Komentar