Tahapan Pilkades Karawang Belum Jelas, Para Kades Petahana Gelisah

Tahapan Pilkades Karawang Belum Jelas, Para Kades Petahana Gelisah
ILUSTRASI
0 Komentar

KARAWANG– Jadwal ta­hapan pelaksanaan Pilkades 177 desa di Kabupaten Karawang masih belum ada titik terang. Sebagian kepala desa yang merasa kecewa keluhannya tak didengar Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana, diam-diam mengancam tak akan mem­berikan dukungan ke Cellica pada pemilihan bupati De­sember mendatang.

Sejumlah kepala desa yang diwawancarai KBE meng­gerutu Cellica sulit ditemui oleh para kepala desa yang sejak lama, ingin meminta kejelasan terkait kabar bakal mundurnya pelaksanaan Pilkades tahun depan itu.

Ancaman diam-diam para kepala desa juga disinyalir sudah sampai di internal forum kepala desa se-Karawang. Kades yang dikonfirmasi KBE pun membenarkan hal itu.

Baca Juga:PKS Usul Rampingkan Kementerian dan LembagaDongkrak Ekonomi, Pemprov Genjot Wisatawan Domestik

“Internal kepala desa mulai panas. Karena para kades inkumben dan mungkin lawan juga ingin kepastian (waktu pelak­sanaan Pilkades,red). Ap­desi sempat ingin dialog dengan bupati. Bukannya ditemui, malah dihadap­kan dengan Asda 1,” ujar kepala desa yang minta namanya dirahasiakan, kemarin (30/8).

Sumber ini bilang, ketidak­tegasan Cellica bukan hanya soal penetapan waktu pelak­sanaan Pilkades saja. Para kepala desa juga dibuak ke­cewa soal lambannya bupati mengambil kebijakan ten­tang Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemkab Karawang, yang sampai sekarang baru cair satu kali.

Hal tersebut, kata dia, juga memicu kegaduhan di inter­nal forum kepala desa. Ter­lebih saat ini, ungkapnya, pemerintah desa seolah-olah jadi “bumper” Pemkab Karawang dalam menerima serangan keluh kesah dari masyarakat penerima ban­tuan sosial tersebut.

“Atas kegaduhan ini, para kades yang tadinya simpa­ti, jadi terkesan ada selent­ingan pembicaraan untuk tarik mundur dukungan kepada petahana,” ka­tanya.

Soal JPS Kabupaten, kata dia, memang menjadi risiko politik bagi bupati peta­hana. Terlebih, waktu pen­cairannya yang semakin mepet dengan pelaksanaan Pilkada. Karena itu, ia ber­harap, Bupati Cellica segera ambil sikap.

“Ini adalah risiko politik. Justru saya ingin ibu bu­pati pertegas. Supaya bisa mengembalikan simpati para kades yang tengah gen­ting ini,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Humas Apdesi Karawang Udin Ab­dulgani tak menampik, jika Apdesi pun merasa kecewa lantaran beberapa waktu ini sangat sulit untuk berdialog dengan bupati.

0 Komentar