Keributan Warnai Penobatan Sultan Sepuh XV

Keributan Warnai Penobatan Sultan Sepuh XV
DIWARNAI KISRUH: Kendati mendapat penolakan, prosesi tradisi penobatan Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin berjalan lancar hingga akhir acara.
0 Komentar

Di tempat yang sama, perwakilan dari Keraton Kasepuhan, atau wargi Keraton Kasepuhan Pangeran Chaidir Susilaningrat mengatakan Luqman telah dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV. Menurut Chaidir, jumenengan dihadiri sejumlah kepala daerah dan Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN).

Menurut Chaidir, Keraton Kasepuhan tak mempermasalahkan soal insiden penolakan. “Kami bersyukur acara ini bisa berjalan lancar. Sama-sama kita ketahui ada kelompok wargi yang berbeda pendapat mengenai jumenengan ini. Itu hak mereka menyampaikan pendapat,” kata Chaidir.

Chaidir mengatakan pihaknya tetap melaksanakan tradisi jumenengan sebagai bentuk implementasi merawat budaya, tradisi yang ada di Keraton Kasepuhan.

Baca Juga:“Make-up” Tebal Jaksa PinangkiSosialisasikan Empat Pilar, Cucun Laksanakan Hingga Ke Pesantren

“Kami semata-mata melaksanakan tradisi sejak sultan sebelumnya. Setelah jumenengan Gusti Sultan Sepuh XV akan melaksanakan tugasnya melanjutkan tanggungjawab dari ayahandanya, yakni pelestarian dan merawat tradisi. Itu tugas utamanya,” katanya.

Chaidir juga menanggapi sejumlah kubu yang menolak Luqman. Ia tak mempersoalkan hal tersebut. “Selama itu disampaikan dengan cara baik bisa diterima. Tidak dengan cara melanggar hukum. Kalau berkembang, ada ancaman dan lainnya tentu ada konsekuensinya,” katanya.

keraton memiliki tanggungjawab sama, merawat budaya dan tradisi,” kata Chaidir menambahkan.

Tradisi jumenengan digelar di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan Cirebon. Luqman telah dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV. Hal itu ditandai dengan penyerahan keris peninggalan Sunan Gunung Jati dan penyematan pin oleh FSKN. (bbs/drx)

0 Komentar