Seluruh Prajurit Wajib Tes Korona

Seluruh Prajurit Wajib Tes Korona
SAMPAIKAN DATA: KSAD Jendral TNI Andika Perkasa saat memberikan penjelasan awal mula penularan korona yang terjadi di Secapa AD baru-baru ini.
0 Komentar

BANDUNG – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa menyambut baik arahan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto soal prajurit TNI yang wajib mengikuti tes swab virus korona (Covid-19).

“Dengan keinginan Menhan sangat bagus sekali,” kata Andika usai mengunjungi Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Sabtu (11/7).

Selain ketersediaan alat, Andika sebut SDM untuk yang melakukan swab test dan lab untuk memeriksa spesimennya harus siap.

Baca Juga:Prioritaskan Kesehatan Siswa, Disdik Gelar KBM OnlineTahun Ajaran Baru, Disdik Pastikan Siswa Tetap Belajar di Rumah

“Tapi yang jelas swab yang diperlukan banyak. Selain ketersediaan alat swab test, juga lab-nya dimana dan agennya untuk memeriksa,” ucapnya

Menurutnya, test swab dirasa lebih akurat dibandingkan rapid test. “Kami sangat senang, karena diperiksa swab itu lebih akurat dibandingkan rapid test,” terangnya.

Andika menjelaskan, soal prajurit TNI di Secapa AD yang terpapar korona dengan jumlah 1.280 orang sudah diketahui penyebabnya yakni berawal dari dua prajurit yang mengalami sakit.

“Jadi tepatnya dua Minggu lalu laporan pertama dari Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat pada saya, Hari Sabtu juga, diawali dari ketidaksengajaan, ada dua prajurit perwira siswa yang berobat ke Rumah Sakit Dustira,” kata Andika.

Andika mengungkapkan, Rumah Sakit Dustira merupakan rumah sakit terbesar milik TNI AD yang ada di Jawa Barat tepatnya di Kota Cimahi. Dua prajurit itu, kata Andika, mengeluhkan sakit yang berbeda.

“Satu (prajurit) keluhan karena bisul, demam karena ada infeksi. Satu lagi, masalah tulang belakang, selanjutnya mereka diswab dan positif,” ungkap Andika.

Atas dasar itu, pihaknya langsung mengirimkan alat rapid test untuk mengetahui kondisi prajurit lainnya.

Baca Juga:Laporan Data Rumah Sakit Tak Jelas, Rp10 Miliar Tak Bisa CairPaksa Belajar Tatap Muka

Hari itu juga, pihaknya langsung mengirimkan alat rapid test untuk mengetahui kondisi anggota lainnya. Usai dilakukan rapid test, ternyata ada 187 anggota yang reaktif. Dari sana, lalu dilakukan swab test.

“Dari situ kita ingin meyakinkan dan dilakukan swab test. Saya kirim VTM alat untuk swab, kemudian dilakukan swab dan dilakukan tes di laboratorium PCR, dari situlah kemudian sampai akhirnya ditemukan (siswa positif),” ujarnya.

Andika menjelaskan, total anggota, staf termasuk anggota keluarga staf di Secapa AD yang positif Corona mencapai 1.280 orang.

0 Komentar