Para Guru Mulai Mengajar dari Rumah

Para Guru Mulai Mengajar dari Rumah
BELAJAR DI RUMAH: Salah-satu siswa didampingi orang tuanya tampak serius dan antusias belajar di rumah dengan menggunakan komputer.
0 Komentar

BANDUNG – Jika sebelumnya para guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk tetap da­tang ke sekolah, kini tak lagi berlaku. Kali ini, Disdik Kota Bandung telah mengeluarkan surat edaran yang mengalihkan proses belajar mengajar di ru­mah. Surat edaran terbit 17 Maret 2020 itu juga mengatur agar ASN di lingkungan Disdik Kota Bandung untuk bekerja dari rumah. Hal ini untuk men­ghindari paparan Covid-19.

Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, proses belajar mengajar dila­kukan dengan metode daring (dalam jaringan/online). Para guru di sekolah sudah memanfaatkan beragam me­tode pengajaran dengan ber­bagai platform media. Ada pula pembelajaran secara tertulis yang ditugaskan ke­pada siswa.

“Banyak aplikasi yang dite­rapkan. Disdik sendiri punya Sakoja, Pusat Belajar (Puber), Edubox, Rumah Belajar, Ruang Guru, Google Classroom, dan lain-lain,” ujar Hikmat, di Kantor Disdik Kota Bandung, Rabu (18/3).

Baca Juga:Robert Alberts Rencanakan Uji CobaScience Club SMP PGII Tambah Percaya Diri Siswa

Selain itu kata Hikmat, ada 10 pilihan jenis media pem­belajaran yang disediakan oleh Disdik. Namun, sekolah dip­erbolehkan menggunakan media apapun dengan me­nyesuaikan pada kondisi pe­serta didik.

Pihaknya kata Hikmat, sudah menyiapkan materi tambahan untuk para siswa yang belajar dari rumah. Anak-anak di­minta untuk mencari infor­masi untuk memahami hal-hal terkait Covid-19, seperti cara penularannya, bahayanya, hingga cara pencegahan.

“Jadi diharapkan siswa juga bisa menjadi agen untuk mengedukasi, minimal untuk keluarganya, tentang virus Covid-19 ini,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk para siswa kelas enam dan kelas sembilan yang akan mengik­uti ujian, Hikmat mengimbau, agar bisa memanfaatkan peluang untuk belajar di ru­mah. Ujian SMP akan dilaks­anakan 30 Maret-5 April 2020, ujian SD dilaksanakan 13-17 April 2020, dan UNBK dilaks­anakan pada 20-23 April 2020.

“Kalau soal ujian meny­eluruh. Jadi kita menunggu kebijakan pemerintah pusat. Kalau sekarang ada jeda, bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk belajar lebih baik lagi,” katanya.

Kendati para guru juga tidak perlu datang ke sekolah, mereka harus tetap memantau per­kembangan siswa-siswinya. Mereka tetap mengevaluasi pembelajaran dengan jarak jauh.

0 Komentar