JAKARTA – Rumor Liverpool yang ingin membawa kembali Philippe Coutinho ke Anfield sebenarnya sudah tersiar sejak lama. Namun, ketertarikan tersebut mulai meredup usai performa apik trio Firminho-Salah-Mane yang membuat Liverpool tak terkalahkan di Premier League. The Reds, julukan Liverpool, memang kehilangan Coutinho. Setelah pemain Brasil itu lebih memilih melanjutkan karier bersama klub raksasa Spanyol Barcelona, musim panas 2018 lalu.
Sayangnya, winger 27 tahun itu malah melempem di Camp Nou. Coutinho gagal
mewujudkan ekspektasi Blaugrana hingga hampir cekcok dengan suporter. Di tahun
berikutnya, ia dipindahkan Bayern Munchen dengan status pinjaman. Atau sebulan
pasca Liverpool merebut kampiun Liga Champions 2018-2019.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, karir Coutinho mulai tak menentu di
Allianz Arena, kandang Bayern Munchen. Hingga pekan ke-21, ia baru dimainkan 12
kali. Jumlah golnya pun tak sesuai apa yang dielukan selama ini. Coutinho hanya
menceploskan tujuh gol. Meski terikat kontrak lima musim di Barca. Munchen tak
mau merogoh kocek besar untuk sang playmaker seharga EUR 70 juta itu.
Baca Juga:Menpora Optmistis Venue PON XX di Papua Rampung Tepat WaktuSoroti Stamina Fisik, Shi Tae Yong Siap Lepas Pemain
Dilansir dari The Mirror, CEO Liverpool Peter Moore belum bisa memberikan
pernyataan pihaknya menggaet kembali mantan anak emas Anfield tersebut. Moore
hanya mengungkapkan bahwa kepergian Philippe Coutinho ke Barcelona menguntungkan
klub.
Ya, ujung tombak Selecao, julukan Timnas Brasil, dijual ke Katalan seharga
EUR 160 juta, sebelum Liverpool melanjutkan untuk mencapai dua final Liga
Champions tanpa dia.
”Ketika Philippe Coutinho pergi ada perubahan, tidak hanya pada struktur tim
tetapi juga cara kami bermain sepak bola,” kata Moore kepada Mirror.
”Jika Anda ingat, ketika dia pergi dua tahun lalu, maka itu adalah perubahan
gaya permainan dan kami (hampir) tidak pernah kalah dalam pertandingan selama
sisa musim itu tanpa kehadirannya (Coutinho),” tambahnya.
”Tidak ada rasa tidak hormat kepada dirinya, tetapi ia memiliki gaya permainan yang berbeda. Uang masuk dan uang yang kami peroleh dari Barcelona kemudian membantu kami mendapatkan Alisson Becker,” pungkasnya.(fin/tgr/rus)
