jarak antarlandasan tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
Jarak antarlandasan itu harus 1 Km. Itulah pula jarak
antara dasar No. 1 dan No. 2 di Cengkareng.
Saya tidak tahu benarkah harus begitu. Saya bukan ahli ilmu
jarak antarlandasan. Saya hanya mengutip dari yang menjawab begitu.
Tapi saya sangat setuju: keterlambatan pesawat yang keterlaluan
di bandara Jakarta harus diatasi.
Baca Juga:ePaper Jabar Ekspres Edisi 13 Februari 2020Rumahnya Ambruk Akibat Longsor, Abas Bingung Mau Tinggal Dimana
Langkah-langkah perbaikan pun diinventarisasi. Kapasitas
menara pengatur lalu-lintas ditambah. Jika dulu hanya menghadap satu sisi,
harus menjadi dua sisi.
”Jalan masuk” dari taxiway ke landasan harus
ditambah. Dengan demikian pesawat yang baru mendarat dapat segera menuju
luar landasan. Tidak perlu keluar di ujung landasan. Agar pesawat
lain bisa terbang atau mendarat.
Dan banyak lagi.
Salah satunya itu tadi: membangun jalan khusus untuk menyambung
ujung timur No.1 dan ujung timur landasan No.2.
Itu untuk menambah perpindahan pesawat di bandara.
Tujuan yang diharapkan adalah: agar bandara Jakarta dapat
mendukung Bandara Heathrow, London. Atau bandara lain di kota-kota besar
dunia.
Bandara Heathrow juga hanya memiliki dua landasan. Tidak
perlu membangun landasan No. 3.
Saat saya terbang dari Heathrow tahun lalu sekali lagi saya
amati.
Apa yang terjadi di Heathrow?
Sederhana: satu bidang dikhususkan untuk pesawat yang
turun. Satu landasan lagi khusus untuk pesawat terbang.
Baca Juga:Diduga Jadi Biangkerok Banjir dan Macet, Wagub Sidak PT KahatexGara-gara Terlambat Masuk, Oknum Guru SMA di Bekasi Diduga Aniaya Siswa
Tidak saling menunggu antara yang mau terbang dan akan
turun.
Dengan cara sehingga biaya naik-naik pesawat bisa naik 30
persen. Tidak perlu membangun landasan No. 3. Pun tidak perlu biaya Rp 50
triliun.
Tapi saya tidak mampu mewujudkan jalan khusus itu. Pemilu
sudah dekat. Waktu saya pun habis.
Ada kendala teknis waktu itu: jalan khusus ini harus menerobos
tepat di Hotel Sheraton. Masa sewa tanah bandara untuk Hotel belum habis.
Maka saya salut dengan pemerintahan berikutnya. Zaman Pak
Jokowi. Jalan khusus itu akhirnya terwujud. Saya sangat ingin tahu:
bagaimana teknis ”menerobos” Hotel Sheraton itu bisa diatasi.
