Pelicin 7 Proyek Infrastruktur

Pelicin 7 Proyek Infrastruktur
LANGSUNG DITAHAN: Bupati non aktif Kabupaten Indramayu Supendi keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi orange khas KPK dan kedua tangan diborgol.
0 Komentar

Carsa AS selaku rekanan dari pihak swasta menggunakan kode suap dengan sebutan  ‘mangga manis’.

Basaria memaparkan, Carsa meminta sopir bupati untuk bertemu di toko penjual mangga di pasar dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan ‘mangga yang manis’ untuk Bupati.

’’ Carsa ini meminta sopir bupati untuk datang dengan motor yang memiliki bagasi di bawah jok untuk menaruh uang,” cetus Basaria.

Baca Juga:Viral Fenomena Crosshijaber Menyusup di Kajian IslamJadi Inspirational Leader Asia Pasifik

Sesampai di lokasi, lanjut dia, staf Carsa menaruh uang dalam kresek hitam ke bawah jok motor sopir bupati bernama Sudirjo. Sudirjo lalu mengantar uang tersebut ke rumah dinas Supendi lewat pintu belakang.

Carsa, lalu menghubungi Supendi dan mengkonfirmasi pemberian uang sebesar Rp 100 juta telah dikirimkan melalui sopirnya.

’’Nah setelah ada serah-terima uang, tim KPK lalu menangkap delapan orang di lokasi berbeda,’’ujur dia.

Kedelapan orang tersebut adalah Supendi, Carsa, Sudirjo, Haidar Samsayail selaku ajudan Supendi, Kadir selaku Kepala Desa Bongas, Omarsyah selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempy Triyono selaku Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, dan Ferry Mulyono selaku Staf Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, Bupati Indramayu Supendi, tersangka kasus suap proyek Dinas PUPR di wilayahnya, ditahan KPK. Supendi meminta maaf kepada warga Indramayu..

Usai pemeriksaan Supendi langsung mengenakan rompi khas KPK berwarna orange dengan kedua tangan diborgol.

’’Saya mohon maaf kepada masyarakat Indramayu saya belum bisa bawa perubahan. Insyaallah dengan saya di KPK ini akan banyak perubahan yang terjadi di Indramayu,’’ ucap Supendi singkat seraya digiring aparat masuk kedalam mobil KPK.

Baca Juga:SRA Buat Anak Nyaman di SekolahDriver Ojol Diduga Jadi Teroris

Terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sangat prihatin dengan tertangkapnya bupati Indramyu oleh KPK.

Padahal,  ketika pelantikan bupati, Gubernur sudah mengingatkan Supendi agar jangan tergoda kepada hal-hal yang melanggar aturan.

Ridwan Kamil yang kini berada di Thailand menyempatkan diri memantau situasi Jawa Barat terkini melalui media online.   Pada saat pelantikan saya sudah ingatkan yang bersangkutan agar menjauhi godaan yang pastinya datang tiap hari. Karena jadi pemimpin itu berat.

0 Komentar