oleh

LPPM Unjani Beri Pelatihan Warga Utama

Dia mengungkapkan, Batre bekas dan tomat busuk merupakan bagian dari limbah yang ada di sekeliling masyarakat. Terlebih batre tidak jelas dimana pengolahannya.

”Sehingga dicoba diolah dengan digabungkan, ternyata bisa dimanfaatkan kembali sebagai batre,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembuatan Bamat sendiri dengan cara tomat busuk yang mengandung elektrolit diproses menjadi jus diukur tingkat keasamannya hingga pH stabil. Baterei bekas yang sudah dikosongkan isinya pasta timbal yang terkandung didalamnya digabung dengan jus tomat busuk dan dimasukkan lagi ke dalam baterei bekas.

”Semakin tinggi tingkat keasaman dari buah, maka semakin baik dalam menghantarkan arus listrik dan juga semakin besar energi listrik yang akan dihasilkan,” jelasnya.

Menurutnya, pembuatan Bamat ini hanya sebagai contoh kepada masyarakat bagaimana mengolah limbah menjadi bermanfaat.

”Kami ingin memancing kreativitas masyarakat memanfaatkan limbah yang ada sekitar kelurahan. Tidak hanya harus membuat Bamat, tapi menciptakam inovasi lain juga,” tandasnya.

Ditempat sama, Lurah Utama Neneng Masto’ah, S.IP., M.Si mengakui, jika transfer ilmu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi warga Kelurahan Utama.

Untuk itu, dia berharap lebih banyak lagi masyarakat yang dapat pelatihan seperti ini. Sebab, selain akan memberi pengalaman juga sangat bermanfaat bagi pesertanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.