Memasuki Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2019 M, bupati bersama jajaran Pemkab Bandung dan ribuan warga seputar Kota Soreang, melaksanakan shalat idul fitri di Dome Bale Rame Soreang. Usai shalat, jamaah menyimak khutbah dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung, K.H Yayan Hasuna Hudaya dengan tema _‘Shaum, Latihan Mengendalikan Diri dan Disiplin Rohani untuk Meraih Derajat Taqwa’._
Bupati Dadang Naser mengatakan, sebagai manusia yang memiliki potensi untuk berbuat salah dan khilaf, idul fitri menjadi momen umat muslim untuk kembali ke fitrah. Bulan ramadan sebagai bulan pengampunan, akan membersihkan dosa bagi siapa saja yang berpuasa.
Untuk menjaga fitrah yang sudah didapatkan, kata bupati sudah seharusnya manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhannahuwata’ala. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya dengan rutin membaca, kemudian memahami dan mengamalkan kandungan kitab suci Al-Qur’an.
Baca Juga:Dalam Jangka Sehari Puluhan Ribu Kendaraan Roda Dua Melintasi CimahiJumlah Zakat di Kota Bandung Terkumpul hingga Rp 42 Miliar
”Selepas bulan Ramadan hendaknya kita jangan lupa untuk senantiasa mawas diri. Bisa menjaga sikap, tindakan dan berkomitmen untuk memperbaiki diri sesuai tuntunan Al-Quran. Tentunya kita semua berharap, kehadiran bulan suci ramadan bisa melahirkan insan-insan Kabupaten Bandung yang beriman dan bertaqwa. Insan yang menjadi sumber daya manusia yang cerdas ahlak dan intelektual, turut mewarnai pembangunan dengan ikut berperan dalam aktivitas pemerintahan dan kemasyarakatan,” imbuh Dadang Naser.
Pada kesempatan itu pula, ia menyampaikan terimakasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah berperan aktif sabilulungan dalam mendukung proses pembangunan sehingga berbagai keberhasilan pembangunan pun diraih dan grafiknya terus meningkat dari berbagai aspek.
“Dalam kesempatan ini, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, saya Dadang Naser, Bupati Bandung atas nama pribadi, keluarga dan segenap jajaran Pemkab Bandung menyampaikan taqabballalahu minna wa minkum. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kealpaan, pikiran dan perbuatan yang tidak berkenan di hati,” pungkasnya. (adv/yul/drx)
