“Nah, kelompok sandang menyumbang inflasi sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan 0,25 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen,” paparnya.
Sebelumnya, sambung dia, inflasi tahun kalender Januari-April 2019 sebesar 0,80 persen. Sementara, inflasi tahunan sebesar 2,83 persen (year on year/yoy).
“Secara umum di April mengalami kenaikan harga,” kata dia.
Suharyanto menyebut, inflasi didapatkan dari pantauan BPS di 82 kota. 77 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,30 persen dengan IHK sebesar 140,66 dan terendah terjadi di Pare-pare sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 129,45.
Baca Juga:Target Rekapitulasi PPK MelencengPetugas Siap Tegakkan Perda
“Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,27 persen dengan IHK sebesar 131,74 dan terendah terjadi di Maumere sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 126,03,” pungkasnya.
Di tempat sama, Kepala BI Jabar Doni P Joewono mengatakan, ulama memiliki posisi penting ikut menjaga stabilitas harga sembako saat Ramadhan. Mereka bisa menyampaikan seruan kepada pedagang, petani, pengumpul, dan pengusaha lainnya untuk bersama-sama menjaga inflasi.
”Ulama bisa ikut menyerukan kepada semua umat Islam, bahwa sekarang saatnya kita beramal dan bersedekah kepada umat lainnya. Bentuknya bisa melalui diskon. Karena kan permintaan barangnya tinggi,” kata Doni di Kantor BI Jabar.
Dia mencontohkan, di beberapa negara, Ramadhan dijadikan umat untuk bersedekah. Para pedagang justru melakukan diskon harga saat Ramadhan. Bahkan, mereka menyediakan makanan di masjid secara gratis untuk menjamin kebutuhan buka dan sahur.
”Kami coba berbagai macam cara. Karena kalau ngomongin inflasi, kita lihat ketersediaan harga, pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi. Itu berpengaruh terhadap inflasi. Sekarang inflasi sudah 0,41, kami berharap inflasi Ramadhan tidak lebih dari 0,5. Karena kalau di atas itu sudah kategori merah,” beber dia.
Dia mengakui, beberapa hal yang perlu diantisipasi untuk menekan kenaikan harga (inflasi) yaitu ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Berapa kota seperti Bandung telah menyatakan kesiapannya, tinggal bagaimana distribusi tidak terganggu sehingga suplai ke konsumen mencukupi.
