Ine mengatakan, secara keseluruhan di SMA Negeri I Cileunyi sudah siap. Hanya saja ternyata masih ada kekurangan peralatan komputer yang belum memadai dan kekurangan ruang belajar.
’’Bantuan ruangan khusus menjadi kebutuhan yang cukup penting dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Karena itu, dirinya mendorong instansi terkait untuk memenuhi kebutuhan tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Bantuan ruangan khusus untuk laboratorium berbasis IT perlu di perhatikan, ini untuk kemajuan pendidikan di Jabar pada umumnya,” kata Ineu.
Baca Juga:SMKN 3 Bandung Terapkan Pendidikan Abad 21Lembaga Bantuan Hukum bagi Bobotoh Segera Dibentuk
Dia menambahkan, anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD diperuntukan pembangunan ruang kelas yang sesuai standar untuk ruangan komputer. Namun, perlu penyamaan persepsi dengan para stakholder agar pendidikan SMA dan SMK dapat lebih baik.
“Perlu sinergitas semua pihak, karena pada dasarnya dunia pendidikan ini menjadi tamggung jawab bersama,” ucapnya.
Kondisi SMA dan SMK di Jabar ini, lanjut Ineu, belum merata baik dari fasilitas maupun aksesnya. Sehingga, perlu dorongan dari sisi anggaran agar nantinya pelaksanaan UNBK bisa mandiri seluruhnya.
Ineu menambahkan, meningkatkan dan memperbaiki kualitas pendidikan di Jabar. Pelimpahan SMA dan SMK ke tingkat provinsi ditanggapi secara positif. Dengan kata lain, kedepannya sistem pendidikan di Jabar harus menjadi lebih baik.
“Bahwa ketika SMA dan SMK di limpahkan ke provinsi sesuai dengan UU no. 23 tahun 2014 justru seharusnya dapat meningkatkan prestasi nya. Tentu dengan harapannya dalam hal ini agar sistem pendidikan di Jawa Barat berjalan dengan baik,” tandasnya. (yan)
