”Pembelajarannya pun tidak hanya satu arah. Karena para native speaker pun mempelajari bahasa dan budaya Indonesia sehingga terjadi pembelajaran dua arah,” ujarnya.
Mamey menyebutkan, sejak diluncurkan pada 2014 atau lima tahun lalu, total sudah ada 556 native speaker Jepang yang mengikuti program tersebut. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara Asean paling banyak yang dikirimi native speaker.
”Disusul oleh Thailand ada 290 dan Vietnam ada 79. Program ini akan berakhir pada 2020 mendatang,” pungkasnya.(dsdkjbr/ziz)
