Salah seorang warga Enur Nurhasanah (49) mengatakan, banjir bandang yang menerjang permukiman ini paling parah dibandingkan dengan kejadian serupa sebelumnya.
“(Banjir) Kemarin itu, yang paling parah dibandingkan sebelumnya. Banjir diakibatkan daerah hulunya sudah ditanami sayuran. Padahal dulu, diwilayah hulu banyak pohon, sekarang sudah tidak ada,” tutup dia (rus)
