Jokowi-Prabowo Hadiri Reuni Alumni 212?

Jokowi-Prabowo Hadiri Reuni Alumni 212?
0 Komentar

JAKARTA, FIN -Rencana aksi Reuni Alumni 212 pada Minggu (2/12) mendatang terus dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak sepakat dengan kegiatan tersebut.

Beberapa pihak menganggap aksi reuni tersebut sarat dengan kepentingan politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Bahkan, ada yang menuding aksi Reuni Alumni 212 itu agenda besar organisasi Hizbuh Tahrir Indonesia (HTI) untuk mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi khilafah.

ini pun mendapat ancaman oleh kelompok atas nama Ge­rakan Jaga Indonesia, yang mengaku siap memukul mun­dur masa Reuni Alumni 212 jika membawa bendera bertu­liskan kalimah tauhid di acara. Bahkan, kelompok yang dip­impin Budi Djarot ini menga­ku sudah menyiapkan masa untuk memukul mundur.

Baca Juga:Atasi Banjir dengan Pelebaran SungaiJalur Trayek Angkot Bertambah

Menanggapi masalah ini, Wakil Ketua DPR-RI Fajri Hamzah menyarankan agar reuni 212 ini dihadiri oleh pasangam Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, agar makna positif terbangun dari kegiatan itu terpenuhi jelang Pilpres 2019. “Nggak ada agenda politik, makanya Pak Jokowi datang. Usul saya Pak Jokowi, Pak Prabowo da­tang sampingan, Pak San­diaga Uno, Pak Maruf Amin datang, salaman pelukan menjelang Pemilu damai,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan, Kamis (29/11).

Menurut politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, acara reuni yang akan diha­diri oleh jutaan orang ini harus memberikan makna positif dan harus diberi penghormatan kepada mereka. Aksi reuni 212 ini seperti festival kebersama­an, kedamaian antar masyara­kat dari berbagai daerah.

“Harus diberi makna positif, jangan ini yang datang nih ratu­san ribu atau jutaan orang. Jangan yang datang ngumpul 10 sampai 20 orang aja kita beri penghar­gaan, beri penghormatan. Apa­lagi yang datang ini banyak gitu, jadi terbiasa lah momen-momen itu harus disikapi bersama. Saya bilang ini semacam festival me­rayakan perdamaian diantara kita. Santai, kasih pemahaman disitu, kalau saya sih jadi Capres yang dicurigai misalnya, saya akan datang cerita disitu. Siapa tau bisa jadi tempat simpati orang juga kalau disuruh ngomong,” ujar Fahri.

Lanjut Fahri Hamzah, ke­sempatan ini harus diman­faatkan oleh Jokowi selaku Presiden. Ambil kesempatan disitu dengan menghadiri reuni 212, dan harus berbi­cara dalam kesempatan ter­sebut. “Ya ngomong dong, apalagi Pak Jokowi memang Presiden kita, datang ngomong, saya terimakasih, saya mohon maaf kalau kemarin ada salah-salah’. Kan bisa juga begitu, bikin santai jangan tegang. Orang Indonesia kumpul ju­taan itu hebat, jadi itu yang saya bilang harus diendorse sebagai festival hebat,” pung­kasnya.(RBA/FIN/ign)

0 Komentar