Bupati Tunjuk Posisi Pj Sekda Baru

Bupati Tunjuk Posisi Pj Sekda Baru
POSISI SEKDA: Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna belum memutuskan jabatan sekda defenitif dan kembali menunjuk Pj Sekda yang baru yakni Asep Ilyas yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan Bandung Barat.
0 Komentar

NGAMPRAH– Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna kembali menunjuk Pj Sekda yang baru yakni Asep Ilyas yang sebelumnya men­jabat sebagai Asisten Eko­nomi dan Pembangunan Bandung Barat. Asep meng­gantikan posisi Wahyu Di­guna yang telah habis masa baktinya per tanggal 23 No­vember 2018.

Namun sampai saat ini, Um­bara masih belum memu­tuskan pejabat sekda defini­tif. Meski telah ada tiga nama yang direkomendasikan un­tuk menjadi sekda definitif.

“Pj sekda yang sekarang (Wahyu Diguna) habis masa jabatannya dan saya memu­tuskan menunjuk Pj Sekda yang baru Pak Asep Ilyas,” sebut Umbara saat ditemui di Ngamprah, Jumat (23/11).

Baca Juga:Bizpark Diminta Bereskan Masalah dengan Warga80 Persen Sudah Punya JKN

Menurutnya, Pj Sekda yang baru sudah diusulkan ke gu­bernur dan telah mendapat­kan persetujuan untuk ber­tugas selama dua bulan ke depan. Meskipun diteruskan kembali oleh Pj Sekda, dirinya menjamin jalannya roda pe­merintahan tidak akan ter­ganggu. Pembahasan dan penetapan APBD 2019 juga akan dilakukan oleh Pj Sekda dan itu tidak menjadi per­soalan karena memiliki kete­tapan hukum yang sama.

Ditanya alasan dirinya tidak langsung menetapkan Sekda definitif dan lebih memilih menunjuk Pj Sekda baru, ka­rena merasa jajaran ASN di KBB khususnya di tingkatan bawah masih belum solid. Mereka juga belum bisa men­jabarkan apa yang menjadi visi misi serta jargon Bandung Barat Lumpat. Dengan alasan itu dan untuk lebih semakin mengompakkan semua jaja­ran ASN dirinya memutuskan menunda pengumuman sekda definitif.

Disinggung mengenai ada­nya isu perbedaan pilihan yang diusung oleh partai koalisi dan dirinya soal sekda definitif, Umbara membantah keras informasi tersebut. Men­urutnya partai koalisi tidak pernah melakukan interven­si dan menyerahkan pilihan sekda ini kepada dirinya. Dia menolak adanya anggapan bahwa berlarut-larutnya pe­netapan sekda, bertolak bela­kang dengan jargon KBB Lumpat yang diusungnya.

“Seperti bermain bola, se­bagai pemain saya merasakan kondisi di lapangan, semen­tara penonton dan komenta­tor kan tidak. Tapi saya tetap menerima masukan-masukan soal sekda asalkan rasional, tidak pribadi, karena pada prinsipnya meski dengan Pj Sekda KBB tetap lumpat,” tegasnya.

0 Komentar