Lumpur Hitam Kepung SDN Bojongasih 01

Lumpur Hitam Kepung SDN Bojongasih 01
SITI FATONAH/ JAWAPOS.COM
 MULAI DIBERSIHKAN: Pascabanjir membuat lumpur mengepung sekolah.
0 Komentar

BANDUNG – Memasuki musim hujan beberapa wi­layah Jawa Barat dilanda ban­jir. Bandung Raya wilayah yang terdampak bencana banjir setiap tahunnya.

Dalam sepekan ini wilayah Bandung Raya diguyur hujan terus menenerus. Sudah se­pekan juga banjir melanda di beberapa wilayah Kabupaten Bandung, diantaranya Day­euhkolot, Baleendah, Bojong­soang, Andir dan lainnya.

Hingga kemarin (14/11) di Desa Dayeuhkolot pada Rabu (14/11) banjir mulai surut. Namun menyisakan lumpur di setiap rumah. Bahkan se­kolah pun ikut terkepung lumpur hitam dan berbau yang terbawa air hujan.

Baca Juga:Kemendibud Gandeng DenmarkDavid Robby Didapuk Korwil 3 PP GMKI

Di SDN Bojongasih 01 Day­euhkolot Kabupaten Bandung nampak dua petugas keber­sihan, TNI, dan kepala seko­lah tengah membersihkan lumpur yang berwarna hitam pekat itu. Menggunakan alat kebersihan seadanya seperti lap pel, sapu, ember dan lain­nya.

Kepala sekolah SDN Bo­jongasih 01 Ike Siti Heldarika, 58 mengatakan, banjir telah terjadi sejak pekan lalu. Se­kitar 1,5 meter air naik setiap harinya. Sehingga kegiatan belajar mengajar harus di­ungsikan sementara di Mad­rasah yang tidak terkena banjir.

”Banjir udah seminggu, jadi otomatis kegiatan belajar dipindah ke Madrasah yang biasa digunakan saat musim banjir,” kata Ike di SDN Bo­jongasih, Kabupaten Bandung, Rabu (14/11).

Karena setiap hari naik dan surut. Jika hujan air secara tiba-tiba langsung naik (ban­jir) namun beberapa jam air kembali surut. Pastinya ban­jir selalu membawa lumpur hitam yang bau.

”Jadi setiap hari kita bersi­hkan, dipel ehh sore begitu hujan ya banjir lagi. Bersihkan lagi, banjir lagi. Karena kalau enggak dibersihkan nanti lumpur mengering dan nem­pel ke dinding dan keramik,” ujarnya.

Diketahui jumlah siswa SDN Bojongasih 01 sebanyak 218, di mana setiap kelas sekitar 30 siswa. Para siswa pun tetap sekolah karena sudah ada tem­pat yang aman dari banjir.

”Mereka kalau banjir oto­matis langsung tahu belajar­nya pindah ke Madrasah. Pakai seragam kalau ada, kkalau bukunya terbawa ban­jir kita sediakan buku kosong untuk mereka,” tuturnya.

Baca Juga:KPK Endus Keterangan Saksi BedaWanggai Alternatif Pengganti Bauman

Rafka siswa kelas 2 SDN Bo­jongasih 02 mengatakan tetap semangat belajar walaupun banjir. Berangkat pakai seragam namun tanpa alas kaki.

0 Komentar