NGAMPRAH– Untuk menghindari keterlambatan gaji pegawai, Unit Pelaksana Teknis Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat mengusulkan anggaran untuk gaji pegawai pengangkut sampah dialokasikan selama setahun penuh pada APBD murni. Sebab selama ini, gaji pegawai dianggarkan dua kali, yakni pada APBD murni dan perubahan.
“Dengan sistem dua usulan di murni dan perubahan seringkali membuat keterlambatan pembayaran gaji seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Sejauh ini, gaji pegawai dianggarkan pada APBD murni untuk 9 bulan, dan sisanya di perubahan,” kata Pelaksana Tugas Kepala UPT Kebersihan Rudi Huntadi, Rabu (14/11).
Dia menuturkan, keterlambatan pembayaran gaji ini terjadi untuk bulan Oktober-November ini. Hal ini seiring dengan proses yang masih berlangsung untuk pencairan gaji dari APBD perubahan.
Baca Juga:KAGUM Hotels Gelar Seminar KesehatanPenerapan Perda Masih Mandul
Menurut Rudi, keterlambatan pembayaran gaji ini sering kali dikeluhkan para pegawai. Sementara itu, operasional pengangkutan sampah harus tetap berjalan.
“Kami juga sudah berikan pengertian kepada para pegawai soal ini. Namun, kami juga turut merasakan keluhan mereka,” ujar Rudi.
Dia mengungkapkan, kebutuhan operasional pengangkutan sampah termasuk gaji pegawai, yaitu sekitar Rp 401 juta per bulan. Di UPT Kebersihan, ada 197 pegawai tenaga honorer yang bertugas mengangkut sampah ke TPA Sarimukti.
Akibat keterlambatan pembayaran gaji, beberapa waktu lalu angkutan sampah mogok beroperasi. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah terjadi di sejumlah titik.
“Dengan kondisi ini, kami usulkan agar anggaran untuk belanja pegawai ini dialokasikan full untuk setahun. Jadi, tidak ada keterlambatan pembayaran lagi,” ujar Rudi.
Selain itu, dia juga mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan tambahan anggaran dan personel untuk operasional semua armada UPT Kebersihan. Saat ini, tiga unit truk pengangkut sampah di Kabupaten Bandung Barat menganggur alias tidak digunakan lantaran ketiadaan personel.
“Kami usulkan penambahan personel 25 orang, terdiri atas 4 sopir dan 12 kernet, sisanya penyapu jalan,” tandasnya. (drx)
