Deki Miris Banyak Anak Lebih Pilih ke Ladang

Deki Miris Banyak Anak Lebih Pilih ke Ladang
BERIKAN PENDAPAT: Caleg DPRD Provinsi Jabar Deki Fajar ketika ditemui di kediamannya.
0 Komentar

SOREANG – Sosialisasi pentingnya belajar minimal sembilan tahun dinilai kurang gencar dilakukan pemerintah. Makanya, tak jarang, anak yang berada di wilayah pinggiran lebih memilih ke ladang ketimbang ke sekolah.

Calon anggota DPRD provinsi Jawa Barat Dapil II Deki Fajar mengklaim, telah berkeliling di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. Dari perjalanannya itu, dia menyimpulkan anak-anak yang memilih pergi berkebun dari pada sekolah. Padahal, setelah dilihat sekolahnya, sudah layak untuk digunakan.

”Banyak faktor yang harus diselesaikan. Sebab, mereka lebih suka keladang dibandingkan ke sekolah. Apalagi anak-anak yang ada di pinggiran Kabupaten Bandung,” kata Deki di kediamannya, kemarin (15/10).

Baca Juga:Dadang Bangga Silat Jadi Juara UmumModric Mulai Tidak Nyaman di Madrid

Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung masih lamban dalam menyosialisasikan program pemerintah pusat tersebut. Sehingga banyak ruangan sekolah yang kosong. ”Saat kunjungam ke wilayah Paseh, banyak ruang kelas yang kosong,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa merangkul anak-anak di pinggirang Kabupaten Bandung agar bisa menikmati program sembilan tahun wajib belajar. Supaya pendidikan di Kabupaten Bandung bisa merata.

”Kalau pendidikan tidak merata, mau dibawa kemana masa depan bangsa ini. Sebab, mereka akan menjadi penerus bangsa kita,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, seharusnya tidak ada lagi anak bangsa yang tidak mengenyam pendidikan sebab setiap tahunnya anggaran untuk pendidikan baik fisik mau pun non fisik tidak sedikit. ”Anggaran untuk pendidikan itu paling besar, untuk fisik dan non fisik, kalau sosialisasi kurang gencar maka kasihan kalau masih ada anak yang tidak bisa baca tulis,” jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Deki, melihat anggaran yang tidak sedikit, dewan pengawas harus bekerja keras. Melihat kondisi pendidikan di wilayah Kabupaten Bandung yang masih belum merta.

”Penyelewengan anggaran bisa saja terjadi. Oleh karenanya dewan pengawas kali ini jangan lengah,” paparnya (yul/rie)

0 Komentar