Jembatan Gantung khawatir Jebol

Jembatan Gantung khawatir Jebol
TAMPAK RENGGGANG: Jembatan Gantung di Rancamanyar yang sering digunakan warga sebagai jalan penghubung ke Kota Bandung terlihat adanya celah menganga dengan kondisi besi banyak baud yang lepas dan tidak terawat dengan baik.
0 Komentar

SOREANG – Jembatan Gantung Rancamanyar, Baleendah, Kabupaten Bandung kondisinya sangat tidak nyaman. Sebab, sejumlah sambungan lantai besi di jembatan itu telah rusak dan menganga renggang dikarenakan bautnya banya yang lepas.

Dari pantauan Jabar Ekspres jembatan gantung yang berada di Kampung Cilebak, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, sering digunakan warga untuk menyebrangi sungai Citarum. Warga biasanya menggunakan roda dua atau berjalan kaki.

Namun, ketika mencobanya sendiri dengan mengendarai motor, beberapa bagian besi terlihat sangat labil dan mengeluarkan bunyi decitan akibat adanya gesekan besi. Sehingga, jika tidak berhati-hati dikhawatirkan penjalan kaki atau pengendara bisa terperosok ke dalam lubang yang mengaga diantara sambungan besi.

Baca Juga:Warga Lembang Ikuti Aksi Peduli SampahDinkes Klaim Warga Miskin Tercover 72 Persen

’’ Kalau warga sih biasa berpergian untuk ke Cibaduyut Kota Bandung, bila jalur utama Jalan Rancamanyar-Cibaduyut mengalami kemacetan yang cukup parah jembatan ini jadi alternatif pilihan,”jelas Agung, 35, salah saeorang warga yang ditemui dilokasi.

Kedari begitu, berdasarkan informasi dari aparatur desa, kondisi jembatan seperti itu sudah lama terjadi dan sampai sekarang belum bisa dicek kelaikannya.

Bahkan, ketika dilakukan pemerikasaan dengan seksama ada bantalan jembatan yang terletak dibagian bawah disangga menggunakan sebilah balok kayu dan bambu.

“Rawan buat pejalan kaki, apalagi di malam hari lubangnya tidak terlihat bisa-bisa terperosok. Kerusakan tidak hanya terjadi di atas jembatan, tapi di bawah jebatan juga,” ujar Agung.

Warga sekitar, Rohiman menuturkan kerusakan jembatan itu terjadi sejak banyak dilintasi oleh kendaraan bermotor. Menurutnya saat sepeda motor yang melintas berpapasan di jembatan itu, jembatan tersebut bergoyang.

“Rawan putus, pasalnya pada waktu jam masuk dan keluar kerja banyak sepeda motor yang melintas di jembatan itu. Jumlahnya ratusan setiap harinya, bahkan lebih,” tururnya.

Rohiman berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan tersebut, karena dikhawatirkan memakan korban. “Kalau pas musim banjir kan Jalan Dayeuhkolot dan Baleendah terendam banjir, biasanya warga Banjaran yang mau ke Kota Bandung menggunakan jembatan ini sebagai jalur alternatif. Semoga segera diperbaiki,” harap dia. (rus/yan)

0 Komentar