SOREANG – Menanggapi kabar adanya ratusan hektar sawah alami kekeringan di Rancaekek dibantah oleh Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bandung Tisna Umaran.
Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melakukan upaya optimal untuk mengantisipasi kekeringan dengan cara melakukan pompanisasi.
“Begitu laporan dari petugas di lapangan masuk, hari ini juga tim kami bersama jajaran TNI terjun langsung ke lapangan,” ungkap Tisna saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Baca Juga:Segera Tertibkan Bangli di Exit Tol SorojaASP: Membangun Tak Mesti Menjabat
Dia mengatakan, adanya pemberitaan yang menampilkan foto lahan sawan yang mengalami kekeringan terletak di Blok Talaga, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek dengan luas 10 hektar (ha), dari luas keseluruhan 287 ha.
Dia mengakui, kondisi sawah tersebut memang terancam. Namun, pihaknya sudah melakukan upaya pompanisasi dan sekarang sudah terairi dengan baik.
’’Jadi berita yang menyebutkan 400 ha lahan sawah Rancaekek mengalami kekeringan itu tidak benar,” kata dia.
Tisna memaparkan, tim yang diterjunkan ke lapangan tersebut melakukan pembendungan di Sungai Citarik yang kemudian air sungai disedot dengan pompanisasi.
Dia menyebutkan, luas tanam padi di Kabupaten Bandung, lanjutnya, total seluas 11.825 ha, dan saat ini hanya 7,3 persen saja lahan alami kekeringan atau seluas 865 ha yang tersebat di 25 kecamatan.
Kendati begitu, berdasarkan pantauan timnya kekeringan lahan sawah terbagi menjadi beberapa kriteria di antaranya ringan sebanyak 333 ha, sedang 366 ha, berat 163 ha dan puso 3 ha.
Pihaknya berharap, para petani yang mengalami kesulitan dapat langsung melapor kepada petugas di lapangan dan jika memerlukan alat dan mesin pertanian (alsintan), petugas akan memobilisasi alsintan melalui Brigade Alsintan Sabilulungan (BAS).
Baca Juga:Wajib Bawa Sampah ke KelurahanPenebaran Bibit Ikan di Daerah Aliran Sungai Citarum
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Ina Dewi Kania, menambahkan beberapa upaya telah dilakukan oleh Distan, diantaranya mobilisasi pompa air dari BAS.
“Kami telah memobilisasi pompa air dari BAS di wilayah yang memungkinkan adanya sumber air untuk dipompa. Antara lain di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah dan Ciparay,’’kata dia.
Selain itu juga telah dibuat sumur pantek/sumur dangkal di beberapa titik yang rawan air, gilir giring dalam pengaturan air, menyegerakan panen bersama untuk lokasi yang sudah memasuki masa panen dengan menggunakan alat panen/combine harvester.
