Evakuasi Terkendala Sulitnya Medan

evakuasi pendaki rinjani
IVAN/JPG/JABAR EKSPRES
 LANGSUNG DIEVAKUASI: Para tukang ojek ikut membantu evakuasi para pendaki yang terluka dari pos II Sembalun, kemarin (30/7).
0 Komentar

Sebelum prajurit Kopassus dikerahkan dari Jakarta, sambung Lodewyk, Kodam IX/Udayana sudah lebih dulu menggerakan personel dari Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama. ”Digerakan untuk mencari jalan,” imbuhnya. Dengan begitu, dia yakin tim dari Kopassus bisa lebih cepat sampai sasaran. ”Kami memprioritaskan agar masyarakat yang terjebak itu bisa segera dievakuasi,” tambahnya.

Dibantu helikopter yang sudah disiapkan Kodam IX/Udayana, tim Kopassus bakal menyisir jalur darat dan udara. ”Kami terbangkan helikopter. Kemudian satu tim akan bergerak mencari rute lewat darat,” terang Lodewyk. Dia mengakui trek pendakian Gunung Rinjani memang berat. Selain itu, kabut kerap kali menutup jarak pandang. Karena itu, butuh tim yang sudah dipersiapkan dengan matang untuk membantu evakuasi.

Pasukan pendaki serbu Kopassus dinilai cocok melaksanakan tugas tersebut. Begitu mendarat di Lombok, mereka diperintahkan langsung bergabung dengan tim yang sudah lebih dulu berada di lapangan. Dengan tambahan tenaga dari Kopassus, Lodewyk yakin betul upaya evakuasi yang sudah dilakukan sejak kemarin semakin cepat. ”Lebih cepat lebih baik,” imbuhnya.

Baca Juga:Prabowo Gencar Bahas KoalisiBantah Cabut Layanan Kesehatan

Menambahkan keterangan Lodewyk, Kapendam IX/Udayana Kolonel Infanteri J. Hotman Hutahaean mengungkapkan bahwa pasukan pendaki serbu Kopassus memang punya kualifikasi lebih. Sehingga sangat dibutuhkan untuk membantu proses evakuasi. Dia pun membenarkan bahwa ada dua opsi yang bakal dipakai dalam evakuasi pendaki. Yakni lewat darat dan udara. ”Kami target secepatnya (evakuasi) selesai,” ucap dia kemarin. (syn/ign)

Pendaki Rinjani kala Gempa

Data berdasarkan manifest pendaki yang naik melalui pintu Senaru dan Sembalu pada tanggal 28 hingga 29 Juli 2018.

Estimasi Total             : 829
Naik Tanggal 27          : 452
Naik Tanggal 28          : 377
WNA                          : 637
WNI                           : 192
Turun pada 29/07 Pukul 23.30 WITA : 680 Jiwa
Sisa                           : 149 jiwa

Masih dalam pendakian:

Terjebak di Km 10 Sembalun   : 500 orang
Terjebak di Batu Ceper            : 40 orang

Negara Asal Pendaki

  1. Thailand 337
  2. Perancis 66
  3. Belanda 36
  4. Spanyol 29
  5. Swiss 24
  6. Malaysia 18
  7. China 16
  8. Kanada 15
  9. Belgia 14
  10. United Kingdom 13
  11. Jerman 13
  12. India 8
  13. Austria 8
  14. USA 7
  15. Denmark 6
  16. Singapura 5
  17. Korea 5
  18. Italia 3
  19. Swedia 3
  20. Polandia 3
  21. Australia 2
  22. Jepang 2
  23. Kroasia 1
  24. Myanmar 1
  25. Bahrain 1
  26. Pakistan 1

Sumber : BNPB

Jumlah akurat pendaki tidak dapat dipastikan.

0 Komentar