Seperti sebelumnya, dirinya mengimbau agar Alquran tersebut dapat segera diserahkan kepada Kemenag Kutim. ”Ini tidak dapat dibaca. Akan kami cari sampai selesai,” katanya.
Dari hasil penelusuran media ini, Alquran ini sudah beredar di pulau jawa. Ada pula dengan terbitan berbeda namun arti yang sama, yakni pemimpin diubah menjadi teman dekat. Ialah Alquran terbitan Magfirah Pustaka, diketahui bahwa Al Mizan Publishing House juga menerjemahkan hal yang sama. Al Mizan sendiri selama ini memang merupakan salah satu perusahaan penerbit milik kaum Syiah. (dy/ign)
