Sarana Olahraga Ganesa (Saraga) ITB yang berlokasi di kawasan hutan kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung telah hadir untuk masyarakat sejak 2002 silam. Dengan didirikannya fasilitas olahraga publik seluas 5 hektare tersebut menjadi tempat favorit bagi warga sebagai penunjang kebugaran tubuh.
Iman Mulyono, Bandung
Hampir setiap pekan terhitung ratusan masyarakat memanfaatkan berbagai instrumen olahraga yang disediakan pihak ITB di Saraga tersebut. Beberapa fasilitas yang ada ialah Arena Atletik, Jogging Track, Lapangan Bola, Tenis, Basket, Voli dan Kolam Renang. Selain itu, ada pula Pusat Kebugaran (fitness center) yang menyediakan beragam alat binaraga.
Kendati lokasi di tengah Kota Bandung, namun tetap dikelilingi pepohonan rindang hutan Babakan Siliwangi membuat hawa Saraga ITB pun semakin sejuk. Keringat masyarakat yang usai berolahraga dipastikan terbayar dengan adanya pepohonan yang rimbun tumbuh.
Baca Juga:Kantor Pajak Diserbu WPPotensi Wisata Cimahi Perlu Digali
Saraga ITB yang bertempat di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung tersebut juga menjadi nilai lebih. Sebab, posisinya strategis berada di jantung kota. Sehingga, masyarakat yang ingin berolahraga pun lebih mudah menjangkau lokasi dengan akses yang relatif mudah.
”Suasananya sejuk, enak, kalau lagi olahraga bisa lihat pemandangan pohon-pohon. Jadi hilang lagi capeknya, apalagi kalau berenang di sini,” ujar salah seorang pengunjung, Teddy Rusdian, 24, kepada Jabar Ekspres, baru-baru ini.
Saraga ITB sendiri didirikan pada 1992 di atas lahan Pemerintah Kota Bandung yang dialihkelolakan kepada Unit Pelayanan Teknis (UPT) Olahraga ITB. Wali kota Bandung, Ateng Wahyudi (alm) pada saat itu menandatangani nota kesepahaman pengeloaan lahan bersama Rektor ITB, Wiranto Aris Munandar.
”Awalnya tahun 1990, 1991 dan 1992 kita pakai di seluruh Kota Bandung. Begitu 1993 selesai, sebagian (pindah) di sini, jadi tujuannya untuk pendidikan. Ini bisa terlaksana karena ada dukungan dari Pemkot Bandung,” kata Kepala UPT Olahraga ITB, Tommy Apriantono kepada Jabar Ekspres.
Pada mulanya, Saraga hanya diperuntukkan sebagai fasilitas olahraga yang dikhususkan bagi mahasiswa ITB. Tapi, terhitung 2002 mulai dibuka untuk masyarakat umum.
Tommy memerinci, konsep utama Saraga kala itu adalah sebagai fasilitas olahraga mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB). Seiring perkembangan waktu, jurusannya dihilangkan. Tapi fasilitas olahraga tetap disediakan untuk masyarakat.
