Wujudkan Sanitasi dan Ipal Multifungsi

Wujudkan Sanitasi dan Ipal Multifungsi
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SARASEHAN SOCIAL: Wali kota Cimahi Ajay M. Priatna (keenam kiri) melakukan foto bersama dengan Deputy Director For Water and Sanitation KIAT Jim Cocovinsh (kelima kiri) dan jajaran dalam rangka hibah Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk Indonesia di Technopark, Jalan Leuwigajah, Kota Cimahi. Salah satu lokasi yang sudah menerapkan IPAL terpadu untuk menciptakan sanitasi yang baik bagi masyarakat yakni RW 8 kelurahan Pasir Kaliki, kecamatan Cimahi Utara.
0 Komentar

“Pembangunan sanitasi di Kota Cimahi telah memasuki babak baru seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat yang diberikan oleh pembangunan sanitasi,” katanya.

Atas hal itu, lanjutnya, maka akan menghasilkan lingkungan yang bersih, terolahnya air limbah yang dulunya mencemari drainase lingkungan, dan berkurangnya genangan drainase oleh air limbah rumah tangga, merupakan beberapa manfaat langsung yang dirasakan masyarakat dengan hadirnya sanitasi sehat di lingkungan permukiman.

Sanitasi sehat juga, bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan, sehingga secara langsung bisa menaikkan produktivitas masyarakat dan mengurangi biaya kesehatan yang ditimbulkan oleh penyakit yang diakibatkan sanitasi yang tidak aman serta menciptakan peluang pariwisata.

Baca Juga:Solihin Ingin Fokus Dua MasalahBerikan Motivasi Wirausahaan untuk Siswa SMA

“Salah satu program pembangunan yang dilakukan adalah pembangunan IPAL terpusat skala kawasan yang didanai oleh hibah Pemerintah Australia melalui program Australia Indonesia Infrastructure Grant For Sanitation (SAIIG),” ujarnya.

Hibah australia ini, kata Ajay diberikan berdasarkan kinerja yang terukur, atas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, yang kemudian akan dilakukan verifikasi untuk disalurkan hibahnya.

“Sejak 2013 program ini telah berhasil membangun 10 sistem perpipaan air limbah terpusat yang melayani lebih dari 2.000 sambungan rumah atau setara dengan 11.000 jiwa,” katanya.

Sedangkan pada tahun 2018, Kota Cimahi akan membangun 2 sistem baru dan melakukan penambahan sambungan rumah hingga kurang lebih 900 sambungan rumah.

Berkat kerjasama yang baik antara Dinas terkait dan masyarakat, maka program SAIIG Kota Cimahi menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dan menjadi percontohan untuk replikasi program di masa yang akan datang. hal ini tentu saja menjadi penyemangat bagi pegiat sanitasi di Kota Cimahi.

“Untuk ke depannya diharapkan masyarakat semakin sadar untuk melakukan pengolahan air limbah domestik, kualitas pekerjaan konstuksi semakin membaik sehingga penerimaan masyarakat terhadap pembangunan sanitasi semakin meningkat,” katanya.

Menurut Ajay, terwujudnya kawasan pemukiman yang bersih dan sehat untuk seluruh masyarakat Cimahi bukan mustahil untuk dicapai jika setiap pemangku kepentingan saling bersinergi didukung dengan partisipasi masyarakat dan kontribusi peran pemerintah daerah.

Baca Juga:Hari Ini, Persib Kembali BerlatihTeza Hibur Warga Kiputih Satu

Meski diakui Ajay, masih ada beberapa kendala yang dihadapi Pemkot Cimahi dalam pembangunan sanitasi ini, diantaranya adalah adanya penolakan dari sejumlah warga dan lahan yang terbatas.

0 Komentar