oleh

Minim Fasilitas, Popkot Tetap Digelar

’’Popkot resmi dimulai sejak 21 Februari dan akan berakhir 25 Februari 2018. Dalam ge­laran tersebut, ada sembilan Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan yakni, cabang atletik, bola voli pasir, tinju, tarung derajat, gulat, judo, karate, renang dan dayung,” jelas Nanang.

Selain itu, tiga Cabor, ya­kni dayung, gulat dan tinju terpaksa harus dilaksanakan di luar wilayah Kota Cimahi. Dayung dilaksanakan di Situ Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan gulat dan tinju dilaksanakan di Gor Padjajaran, Kota Bandung,” jelasnya.

Baca Juga:  Pecatan Polisi Rampok Rumah Warga

Popkot tersebut melibatkan sekitar 300 pelajar SD, SMP hingga SMA/SMK. Disinggung mengapa hanya sembilan cabor saja yang dipertanding­kan, ia menyebutkan, karena dari sembilan cabor ini ada­lah yang tidak lolos Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olah­raga Derah (Porda) tingkat Jawa Barat.

”Jadi gelaran ini sebagai ajang menggali potensi atlet di Kota Cimahi. Agar kedepan­nya dalam setiap pertanding­an tingkat nasional kita bisa mengikutinya,” sebut Nana

Baca Juga:  Pasar Sore di Kelurahan Rancaekek Kencana Timbulkan Kerumunan, Lurah Pastikan Mayoritas adalah Warga Luar

Dalam gelaran Popkot ini, lanjutnya, diharapkan para atlet bisa menjunjung tinggi nilai sportivitas. Tidak hanya itu dengan kejuaraan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah yang baik untuk men­cegah terjadinya hal-hal ne­gatif seperti narkoba maupun kenakalan remaja lainnya.

’’Kami minta dukungannya dari semua pihak, agar kejua­raan ini terselenggara dengan lancar,’’ pungkas dia. (ziz/yan)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga