Kemeninfo Minta Google Blokir Aplikasi LGBT

Kemeninfo Minta Google Blokir Aplikasi LGBT
0 Komentar

Penyelenggara konten global dan nasional juga, kata Noor, diimbau aktif dalam menjamin ketersediaan konten positif dan menekan jumlah konten negatif. Dalam suasana formal maupun informal, Kemenkominfo terus berkoordinasi dengan perwakilan penyelenggara platform media sosial Facebook, Line, Telegram, Twitter, BigoLive, LiveMe, Metube, BBM, dan Google dalam mencegah persebaran dan multiplikasi konten negatif.

Untuk diketahui, Blued merupakan aplikasi asal Blue City Holdings, Tiongkok, buatan pria bernama Geng Le. Blued sudah memiliki jutaan pengguna. Blued mengklaim telah memiliki 27 juta pengguna yang menjadikan aplikasi tersebut sebagai aplikasi sosial media kaum gay terbesar sedunia.

Aplikasi itu tersedia untuk iPhone dan Android. Jejaring sosial ini pernah mendapat pendanaan USD 4,6 juta (Rp 60,4 triliun) dari sejumlah investor yang tidak disebutkan namanya. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada 2012. Penggunanya dapat mencari teman kencan dan berkomunikasi langsung. Selain itu terdapat fitur memposting foto serta memberikan komentar ke akun lain, hingga live streaming, layaknya fitur media sosial lain. (and/agm/rie)

Komunitasi ala Pria Kemayu

  • Blued merupakan aplikasi asal Blue City Holdings, Tiongkok
  • Buatan pria bernama Geng Le
  • Blued sudah memiliki jutaan pengguna
  • Blued mengklaim telah memiliki 27 juta pengguna yang menjadikan aplikasi tersebut
  • sebagai aplikasi sosial media kaum gay terbesar sedunia
0 Komentar