Asap Limbah Ganggu Siswa Belajar

Asap Limbah Ganggu Siswa Belajar
BELAJAR TERGANGGU: Beberapa murid SD menggunkan masker akibat asap dari pembakaran limbah karet di tanah kosong yang berdampingan dengan sekolah.
0 Komentar

RANCAEKEK – Asap pembakaran limbah karet di Kampung Buah Dua, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung menganggu kegiatan belajar siswa SDN Buah Dua. Sehingga, mereka terpaksa menggunakan masker agar tidak terhirup secara langsung asap.

Salah seorang guru SDN Buah Dua Nyai Suryani mengatakan,
asap berasal dari limbah karet pabrik yang dibuang di lapang belakang tepat disisi sekolah.

Menurutnya, tumpukan limbah tersebut sudah ada sejak lima bulan lalu. Bahkan, pada Senin kemarin proses belajar mengajar diberhentikan karena asap pembakaran limbah semakin pekat.

Baca Juga:17 Pasangan Terancam Batal NikahDorong Syarikat Islam Sejuta Muzaki

’’Limbah dibuang di lapang dekat sekolah. Dulu mah numpuk sampai mendekati sekolah. Kalau tidak dibakar tidak bau, tapi ini dibakar dan asapnya bau terus masuk ke kelas,’’ jelas Nyai ketika ditemui kemarin (16/1).

Dia mengaku, sering melihat mobil membuang limbah karet ke lapangan. Padahal lapangan tersebut bukan tempat pembuangan sampah (TPS).

Setelah menumpuk, tanpa diketahui sampah limbah dibakar. Sehingga, menganggu aktivitas belajar mengajar.
Melihat kondisi ini, Dinas Pemadam Kebakaran langsung memadamkan.

Sementara itu, Camat Rancaekek, Baban Banjar mengungkapkan, limbah karet di tanah carik desa di Kampung Buah Dua tersebut dibuang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kemudian, warga berinisiatif membakar limbah tersebut.

Namun dampaknya, asap pembakaran malah menganggu aktivitas sekolah yang tidak jauh dari lokasi pembakaran.

“Ternyata tadi saat kesana tidak ada siapa-siapa (pemiliknya) dan api sudah padam,” ujarnya

Baban menambahkan, pihaknya telah menemui pihak sekolah untuk memastikan marid murid dalam kondisi aman. Bahkan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada perusahaan KPS agar membersihkan limbah tersebut.

Baca Juga:Andika Jabat DankodiklatUu Kaget Diajak Satu Mobil Bareng Presiden

‘’Limbah karet itu milik perusahaan KPS yang berada di wilayah Sumedang berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Barang itu dibeli oleh seseorang terus yang tidak terpakai disimpan di tanah carik desa,’’ kata dia (rus/yan)

0 Komentar