Tularkan Pola Didik Ala Een Sukaesih

Tularkan Pola Didik Ala Een Sukaesih
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
DISKUSI ESA: Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Keme PAN-RB) Herman Suryatman (kanan) memimpin disuksi tentang Een Sukaesih Award di dampingi Kepala Bagian PTK Dinas Pendidikan Jawa Barat Karyono (kedua kanan) di Disdik Jabar, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Sabtu (10/12
0 Komentar

Herman mengungkapkan, saat ini beberapa data menunjukkan masih tingginya angka kenakalan remaja, serta tingkat kekerasan di sekolah dinilai karena kurangnya penerapan kasih sayang dalam dunia pendidikan. Hal tersebut menjadi alasan pihaknya agar bisa membantu menginspirasi semua entitas pendidikan baik formal, informal dan nonformal dalam menumbuhkan kasih sayang dengan apa yang dicontohkan Een Sukaesih.

Selain itu, perkembangan digital yang sangat pesat juga dinilai Herman sebagai sebuah tantangan dan ancaman. Ibarat dua mata pisau, satu sisi baik bagi anak didik dalam mencari dan memperoleh informasi, namun juga memiliki dampak buruk yaitu maraknya informasi hoax yang beredar dan mudahnya anak didik dalam mengakses situs-situs ponografi.

Salah satu cara untuk menangani dampak negatif tersebut, kata Herman, adalah dengan meningkatkan imunitas anak agar bisa memilih dan memilah informasi malalui kasih sayang. Sebab, jika guru dekat dengan anak, maka dengan mudah anak akan membuka komunikasi, dan tidak akan mengacu pada dunia maya dalam mencari informasi. Selain itu, satu hal yang tidak didapatkan di dunia maya adalah sentuhan yang saat ini sudah berkurang.

Baca Juga:Persib Rahasiakan Gaji Mario GomezDerby Manchester: Man City Perpanjang Rekor Kemenangan

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidik (Kabid PTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Karyono mengaku, sangat mendukung dengan adanya diskusi tersebut sebagai tindak lanjut ESA 2017 yang dinilai mampu menjadi stimulus bagi guru-guru lainnya agar mampu mengajar seperti Een Sukaesih.

”Ini memberikan pencerahan supaya pemahaman terutama di dalam pengabdian dengan qalbu, dengan hati nurani tidak hanya pertimbangan materi, tidak hanya karena tuntutan kewajiban tugas pokok tapi itu lebih kecenderungannya menggugah qalbu para guru, para masyarakat untuk mengabdikan diri,” kata Karyono.

Di tempat sama, Pengurus ESA Dudung Koswara mengaku, bersyukur karena pihaknya merasa mendapat wadah agar bisa lebih bermanfaat dalam dunia pendidikan. Sebab dia ada hal mendesak yang harus segera dilakukan yaitu cara mendidik anak dengan kasih sayang.

Menurutnya, semangat yang dicontohkan Een Sukaesih dalam mengajar anak didiknya penuh dengan cinta, perhatian tanpa ada sedikit pun amarah maupun kekerasan terhadap anak didiknya. Hal tersebut harus mampu diterapkan semua tenaga pengajar agar pendidikan menjadi lebih baik.

0 Komentar