Sementara itu, Budi menjanjikan untuk membawa masukan Jasmi. Budi mengatakan, pemerintah berusaha untuk mengatur dengan hati-hati. Peraturan tidak boleh terlalu longgar hingga menyebabkan monopoli, atau terlalu ketat hingga meniadakan kompetisi.
Dia menyebut seperti pemberlakuan batas bawah tarif. Hal tersebut untuk menghindari predatory pricing saat ada sebuah produsen yang lebih kuat menerapkan tarif yang sangat murah. ”Setelah saya jelaskan, dia (sopir Go Car, Red) paham juga,” kata Budi.
Sementara itu, penerapan pembatasan kuota bisa memberikan manfaat kepada meningkatnya kembali pendapatan driver. Selama ini, jumlah pertambahan sopir taksi online terus meroket tak terkendali, menyebabkan frekuensi pelanggan menurun. Jika kuota diterapkan, Budi yakin pelanggan driver akan kembali naik.
Baca Juga:PAN Usung Jenderal Naga BonarGolkar Pastikan Dukung Emil
Yang paling penting, baik konvensional maupun online semua diberikan kesempatan yang setara. “kita harus sepakat untuk sepakat, bukan sepakat untuk tidak sepakat,” pungkasnya. (tau/rie)
