BIAF Masih Sekedar Ceremonial Belaka

BIAF
UNJUK KEBOLEHAN: Ajang Baros Internasional Animasi yang berlangsung beberapa hari menampilkan karya-karya para Animator dari Jabar dan daerah lainnya. Namun tidak berdampak pada pengembangan investasi pada usaha komersial
0 Komentar

“ Seharusnya setiap kegiatan jelas output dan outcomenya. Apa dan mana hasilnya, jangan nol besar ?,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nila Lies Setiawati, mengakui, memang jika sektor animasi belum mampu memberikan pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cimahi.

Kendati begitu, dia tetap optimis animasi akan menjadi lokomotif untuk mendorong kluster usaha lainnya seperti produk fesyen, craf dan kuliner.

Baca Juga:Minimarket Harus Jual Produk IKMKecamatan Bojongloa Kaler Sabet Juara Umum

“Kalau secara kasat mata memang belum, hanya nol koma berapa gitu, tapi ini akan kita kembangkan,”jelas dia

Dirinya beralasan, untuk menjaring investor tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu proses panjang hingga dapat menyakinkan inverstor untuk berinvestasi di Kota Cimahi.

“Jadi perlu proses, tidak bisa satu dua tahun. Nah, ini tahun ke lima mudah-mudahan lebih banyak investasinya,”papar dia.

Nila menyebutkan, Dari 2013 sampai 2015 sebetulnya sektor animasi sudah memiliki investasi. Namun, dia belum bisa memberikan nilai sevcara pasti.

“Terakhir itu kalau tidak salah 2015 yang kita dapat sekitar Rp 15 Miliar pertahun dari bidang animasi ini” katanya.

Dirinya menambahkan. BIAF di tahun ini, pihaknya sengaja mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial dan lebih menitik beratkan pada sektor bisnis serta bagaimana caranya investor mau menginvestasikan modalnya.

“Sekarang anggaran BIAF ke lima hanya sekitar Rp 400 jutaan saja,”kilah Nia (zis/yan)

0 Komentar