Heryawan mengatakan, pihaknya akan mengembangkan 20 program studi di kampus baru yang akan dilakukan secara bertahap hingga 25 tahun ke depan. Aher menilai, dengan rasio perguruan tinggi negeri dan jumlah penduduk di Jabar, harapannya penyebaran perguruan tinggi di Jabar tidak mesti berada di Kota Bandung dan Sumedang (Jatinangor).
”Jadi masyarakat Jabar di wilayah Pantura bisa kuliah di sana,” jelas Aher, beberapa waktu lalu.
Jabar dengan jumlah penduduk 46 juta jiwa tetapi jumlah perguruan tinggi negeri masih minim. Untuk itu, sebagai langkah awal pihaknya akan mendukung pembangunan dengan menyediakan anggaran sebesar Rp 26 miliar untuk perbaikan kampus sementara di asrama haji Watubelah. Melihat tingkat kebutuhan ini, lanjut dia, pemerintah pusat hendaklah memiliki komitmen yang sama dalam membantu berdirinya ITB di Cirebon.
Baca Juga:Bangun 1.945 Ruang Kelas BaruMayoritas Daerah Berpredikat Kota Layak Anak
Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan ITB di Cirebon ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi perguruan tinggi diantara penduduk Jabar yang saat ini masih belum optimal. Sehingga dengan adanya perguruan tinggi ini diharapkan kualitas SDM di Jabar akan semakin meningkat. Untuk itu dirinya menginginkan, agar masyarakat Jawa Barat menjadi prioritas untuk dapat kuliah di ITB Cirebon ini. (den/yan/rie/yuz/JPG)
