Kepemimpinan Emil-Oded Upayakan Pembangunan Infrastruktur Merata

emil-oded
AHMAD TAUFIK/JABAR EKSPRES
BERDISKUSI: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial (kanan) saat Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kamis (18/5).
0 Komentar

jabarekspres.com, BANDUNG – Dinas Komu­nikasi dan Informatika Kota Bandung menghadir­kan Program Bandung Men­jawab berbeda dari yang sudah-sudah. Biasanya, Bandung Menjawab hanya menghadirkan kepala sa­tuan kerja perangkat daerah (SKPD), bahkan kepala bi­dang di SKPD. Namun ke­marin (18/3), Wali Kota Ridwan Kamil didampingi wakilnya Oded M. Danial secara khusus menyempat­kan hadir dalam Bandung Menjawab di Taman Sejarah.

Keduanya memaparkan program-program yang su­dah dikerjakan dan yang akan dikerjakan di sisa masa jabatannya.

Emil – sapaan Ridwan Ka­mil-mengaku sudah menun­taskan 80 persen janji kampanye saat pilkada 2013 lalu. Memiliki latar belakang ar­sitek, Emil telah membawa banyak perubahan baik di bidang infrastruktur maupun birokrasi di Kota Bandung.

Baca Juga:Kota Bandung sebagai Inovator Reformasi BirokrasiAntusiasme Mahasiswa Tiongkok Mempelajari Bahasa dan Budaya Indonesia

Selama 3,5 tahun, Emil telah berhasil mengubah wajah Kota Bandung menjadi se­makin cantik. Perubahan yang dirasakan yakni revitalisasi trotoar, pembangunan flyover Antapani, Skywalk Cihampelas, Pembangunan dua sekolah SMP Negeri, revitalisasi dan pembangunan taman-taman tematik dan lain-lain.

”Dulu waktu saya akan membangun flyover Anta­pani banyak yang bully. Ari tos janten mah geuning lucu, lalu lintas jadi lancar teu macet deui (ketika su­dah jadi, ternyata lucu, lalu lintas jadi lancar tidak macet lagi,” ujar Emil.

Dia menambahkan, keing­inan terbesarnya dalam me­mimpin Kota Bandung yakni menghadirkan light rail transit (LRT) alias Metro Kapsul. Menurut dia, sarana trans­portasi missal ini membutu­hkan biaya yang sangat besar.

Untuk mengurangi kema­cetan, Kota Bandung mem­butuhkan moda transportasi masal yang nyaman dan mu­rah seperti Mass Rapid Trans­it (MRT). Namun, untuk membangun MRT diperlukan dana Rp 500 miliar per 1 kilometer. Jika melihat luas wilayahnya, Kota Bandung membutuhkan sekitar 20 kilometer MRT. Se­hingga dana yang dibutuhkan pun sebesar Rp 20 triliun.

0 Komentar