Ajak Cintai Produk Lokal

Ajak Cintai Produk Lokal
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
PRODUK UNGGULAN: Penjaga tenan melakukan proses akhir patung ukir solder pada gelaran pameran Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (12/5). Pameran ini menampilkan 40 produk unggulan perwakilan dari 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat .
0 Komentar

jabarekspres.com, CIWALK – Sebanyak 40 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mewakili 27 kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti pameran Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) 2017 di Cihampelas Walk, Kota Bandung, 12-13 Mei.

Para UMKM tersebut telah diseleksi sehingga hanya produk unggulan yang ditampilkan. Barang yang dipamerkan, antara lain batik, brokat, pakaian muslim, hingga produk-produk kuliner serta kerajinan tangan.

”Tujuannya untuk menumbuhkan cinta produk dalam negeri. Sebab saat ini produk impor sudah semakin banyak. Produk ini juga sudah tersedia luas di masyarakat,” jelas Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disindag Ahmad S.

Baca Juga:Kasus Terus Kebakaran MeningkatMenikmati Keindahan Alam Wisata Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey

Menurut dia, produk dalam pameran tersebut asli dari Jabar yang tidak kalah dari produk luar negeri. Bahkan, beberapa peserta pameran yang telah mengimpor produknya ke luar negeri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Hening Widiatmoko mengatakan, masyarakat harus semakin terbuka dengan produk lokal dan semakin mencintai produk karya anak negeri.

”Setiap upaya yang kita lakukan ini untuk menggambarkan penggunaan produk dalam negeri kita. Jangan sampai bilang bahwa aku cinta Indonesia 100 persen Indonesia, itu selogan jangan sampai berhenti sampai di situ,” kata Hening.

Pihaknya berharap ada sebuah upaya bersama untuk tidak hanya berhenti pada jargon. Tetapi mulai menggunakan produk dalam negeri, terlebih produk dalam negeri.

”Seperti daging sapi, yang lokal itu lebih enak. Saat Menteri Perdagangan datang ke Pasar Kosambi, teman-teman pedagang mengakui bahwa daging sapi lokal lebih banyak diminta konsumen,” jelas dia. (fik)

0 Komentar