Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, keberanian pelajar SMA 6 patut diacungi jempol karena tidak lazim sekelompok pelajar bisa melumpuhkan teroris dengan cara mengejar hingga terpojok dan terdesak hingga ke Kantor Kelurahan Arjuna. Hal tersebut tentu bisa dijadikan contoh oleh semua pihak untuk tidak takut dalam memerangi setiap kejahatan.
”Ini kejadian luar biasa, sekelompok anak dengan gagah berani tanpa berpikir keselamatan diri sendiri untuk mengejar teroris yang sudah meledakan bom di Taman Pandawa,” katanya usai menjadi pembina upacara di SMAN 6 Kota Bandung, kemarin (28/2).
Pria yang akrab disapa Emil ini mengungkapkan, para pelajar juga dengan berani menyelamatkan petugas Kelurahan Arjuna yang terasekap di dalam kantor. Mereka berteriak meminta petugas untuk keluar dari kantor sekaligus menutup pintu pagar agar pelaku teroris tidak bisa keluar. Dengan begitu, aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian.
Baca Juga:LKIP sebagai Media Evaluasi Perbaikan KinerjaSantoso Dipanggil KPK
Untuk itu, pihaknya menyematkan kepada SMA 6 Bandung sebagai sekolah teladan. ”Penghargaan ini memang tidak seberapa tapi, keberanian mereka (pelajar) akan terus diingat sampai kapanpun. Dan ini juga sebagai bentuk penghargaan kami kepada para guru yang berhasil mendidik pelajarnya dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Emil mengimbau, warga Bandung untuk tidak takut terhadap ancaman apapun. Namun, tetap waspada dan tidak mengesampingkan risiko keselamatan diri sendiri. ”Apabila ada sesuatu yang mencurigakan agar segera melapor ke pihak berwajib,” tegas Emil.
Sementara itu, Lupy Muhammadtullah menuturkan, pada saat kejadian di Taman Pandawa, dia bersama sembilan temannya sedang berolahraga. Saat mendengar suara ledakan, semua yang ada di taman tersebut kaget.
Di saat bersamaan, dia melihat si pelaku peledakan berlari. Dia lantas mengejar pelaku bersama teman-temannya. Saat dikejar pelaku mengacung-acungkan sebilah pisau.
”Saat itu kami tidak tahu dia adalah teroris, yang jelas kami kejar saja hingga masuk ke kantor kelurahan. Di depan kantor kelurahan saya sempat ajak tersangka berduel dan dia sempat mengancam. Tapi langsung masuk ke dalam kelurahan,” tandasnya.
Di sisi lain, pelaku Yayat Cahdiyat mengantongi KTP yang beralamatkan di wilayah Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung akan memperketat para pendatang.
