Mengingat pentingnya hal tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan pemda setempat untuk membuat kampung siaga bencana. Langkah awalnya, pihaknya bakal merekrut tim tagana (taruna siaga bencana) baru dari desa setempat. Setelah itu mereka dilatih untuk bisa tanggap bencana. Misalnya mengarahkan warga menuju titik aman bila terjadi bencana. Lalu memiliki buffer stock untuk mengantisipasi bencana. ”Sehingga nanti mereka lebih siap bila ada ancaman bencana,” ucapnya.
Sementara itu, Kemensos menambah dua posko pengungsian setelah gempa di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Dua posko tambahan tersebut berada di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Posko Meunasah Jurong yang menampung 1.300 jiwa dan Posko Trienggadeng (700). Dengan bertambahnya posko pengungsian itu, total terdapat sembilan lokasi pengungsian di bawah koordinasi Kemensos. ”Penambahan posko ini atas dasar informasi dari Basarnas dan BNPB bahwa ada beberapa lokasi yang belum mendapat bantuan,” terang Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (wan/bil/mia/c9/oki/rie)
