Dia melanjutkan, aktivis yang melambung namanya saat era pemerintahan Soeharto itu dijemput setelah salat subuh di kediamannya Cibubur. Akan tetapi, Bintang mengaku tidak melakukan pertemuan. ”Katanya karena youtube di bawah jembatan Kalijodo. Itu seharusnya dicek ke-orisinalitas-nya,” tegas Razman.
Saat dijemput sekitar pukul 06.00, petugas tidak mau memberikan surat penangkapannya. Melainkan menunjukkan adanya bukti dari youtube atas laporan Ridwan Hanafi. ”Saya juga tidak tahu siapa itu. Itu juga yang dialami pak Kivlan Zein,” lanjutnya.
Razman berharap, Polri benar-benar melakukan sesuai prosedur. Karena semua sudah ditetapkan sebagai tersangka, Razman mempertanyakan apakah Polri sudah memiliki dua alat bukti.
Baca Juga:Nekat Rampok Mantan Suami, Suami Baru Malah Ngajak KriminalPetahana Kemungkinan Kalah
Sejumlah kerabat sepuluh orang yang ditangkap tidak percaya dengan penangkapan tersebut. Misalnya, Yusril Ihza Mahendra. Dia datang ke Markas Korps Brimob Polisi tepat pukul 11.00. “Saya sudah komunikasi dengan bu Ratna Sarurampaet. Saya datang kemari untuk membela dia,” ujarnya.
Pria kelahiran Kepulauan Bangka Belitung itu menyebutkan bahwa Ratna tidak bersalah. Dan dia meyakini itu. Menurutnya, penangkapan terhadap Ratna dinilai tidak masuk akal. ”Tidak ada bukti kalau Bu Ratna ikut makar,” terangnya.
Dia mengaku tidak mengetahui apa yang ada dalam isi otak para penyidik. ”Saya kurang tahu pasti apa yang ada dalam pemikiran para penyidik. Nangkap orang kok seenaknya,” tuturnya. Dirinya telah memastikan bila Ratna tidak terlibat dalam upaya makar.
Isu awal, kata dia, Ratna diduga ikut pertemuan di Hotel San Pasific, Menteng Jakarta Pusat pada 1 Desember lalu. Yusril mengaku tidak tahu menahu tentang pertemuan itu. “Denger-denger diskusi biasa. Lah, saya sudah pastikan ke Bu Ratna apakah dirinya (Ratna, Red) ikut diskusi? Ternyata tidak,” paparnya.
Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla menaruh atensi pada penangkapan delapan orang yang diduga akan melakukan aksi makar oleh polisi. Dia menuturkan bahwa semua orang tentu harus menghormati hukum yang sedang dilakukan polisi itu. ”Baru saja mendengar (penangkapan, Red). Nanti proses hukum lah,” ujar JK di kantor wakil presiden, siang kemarin (2/12).
Dia mengungkapkan bahwa masyarakat tidak perlu berspekulasi terlebih dahulu terkait dengan penangkapan tersebut. Proses hukum yang akan membuktikan orang-orang yang dibekuk itu bersalah atau tidak. ”Kalau dia tidak salah memang pasti tidak apa-apa (dibebaskan, Red),” tambahnya.
