bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Angka kematian ibu saat proses melahirkan cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012, angka kematian ibu mencapai 359 orang/100.000 kelahiran hidup. Artinya, rata-rata ada dua ibu meninggal setiap jam saat proses melahirkan.
Di Indonesia, ada sembilan provinsi yang memiliki jumlah kematian ibu dan anak tertinggi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatra Utara, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Sementara di Jabar, tercatat 741 kematian ibu dari 950 ribu ibu yang melahirkan dengan selamat.
Ketua Umum Aliansi Pita Putih Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo mengungkapkan, angka kematian saat melahirkan dinilai lebih mengerikan dibandingkan dengan kecelakaan pesawat. Soalnya, kematian seorang ibu bisa menghilangkan generasi berikutnya. ”Memang kematian ibu saat melahirkan di tengah masyarakat terbilang tidak heboh padahal ini sangat membahayakan. Berbeda, ketika mendengar kecelakaan pesawat yang menewaskan banyak orang, semua orang heboh,” katanya dalam sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin (28/9).
Baca Juga:Mutasi Pajabat Eselon II Makin SanterBasket Jabar Kalahkan Jatim
Sebagai seorang ibu, Giwo juga pernah mengalami detik-detik menegangkan yang hampir merenggut nyawanya saat akan melahirkan anak ketiganya. Tanpa diduga, ia mengalami pendarahan hebat. Beruntung, ia mendapatkan penanganan cepat dibantu dengan keluarganya, sehingga dia dan anaknya selamat.
Kondisi serupa, menurut dia, juga bisa dialami para ibu lainnya tanpa memandang status dari keluarga miskin atau mampu. Ketika hamil hingga melahirkan, kesehatan ibu harus menjadi perhatian utama.
Penyebab kematian ibu, lanjut dia, biasanya akibat 4 terlalu dan 3 terlambat. Empat terlalu, yaitu terlalu tua, terlalu muda, terlalu rapat, dan terlalu banyak. Sementara tiga terlambat yaitu terlambat periksa, terlambat memutuskan, dan terlambat mendapatkan pelayanan. ”Keluarga, masyarakat, dan instansi kesehatan harus menaruh perhatian pada ibu yang akan melahirkan selain ibu itu sendiri,” katanya.
Melalui Gerakan Masyarakat Sehat, lanjut dia, APPI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melalui pendekatan preventif dan promotif untuk mengurangi risiko kematian ibu dan anak. Di antaranya, dengan menyosialisasikan berolah raga 30 menit setiap hari, mengonsumsi buah dan sayur, serta memeriksakan kesehatan secara rutin.
