Tak Mungkin Tekan Harga

Harga daging sapi
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
RESAH: Pedagang daging sapi melayani pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) tahun 2016ini tidak berpengaruh terhadap harga sapi yang melonjak sejak Hari raya Idul Fitri lalu seharga Rp. 120 ribu hingga Rp. 150 ribu perkilo. Pedagang di Lembang pun gelisah dengan adanya kenaikan PPN untuk sapi impor.
0 Komentar

”Belum lagi harga yang naik itu cabai dan sayuran. Kalau sembako cenderung stabil. Saya kira harga untuk berbagai jenis makanan olahan pun akan naik menjelang Ramadan, seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, harga daging yang saat ini merangkak tinggi, ternyata sulit ditekan oleh pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Walaupun begitu, Pihak DPRD Jawa Barat akan terus melakukan pemantauan terkait stok sapi di Jawa Barat.

”Jangan sampai Jawa dalam beberapa waktu ke depan kekurangan stok, padahal Jawa Barat merupakan perternakan sapi terbesar di Jawa Barat,” kata Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari.

Baca Juga:Pencurian Kayu Masih Marak, 400 Hektar Kawasan Hutan RusakHitung Mundur 111 menuju PON dan 139 Menuju Peparnas

Sebelum bisa memasok daging sapi ke luar daera, kata dia, harus dipastikan terlebih dahulu kebutuhan khususnya di Jawa Barat. Terkait jumlah stok yang ada, dia mengaku, belum menerima laporan dari dinas terkait.

”Belum ada laporan terkini, walaupun begitu kami dari DPRD Jawa Barat berharap harus bisa terkendali dengan baik,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Dodi Firman Nugraha, stok daging sapi Jawa Barat cukup untuk 60 hari ke depan. ”Ke depan tidak akan bisa menurunkan harga yang saat ini ada. Harga daging sapi sendiri saat ini bisa mencapai Rp 120 ribu per kilogram hingga  Rp 130 ribu per kilogram,” jelasnya.

Dia mengatakan, masalah distribusi daging sapi, saat ini sudah mendapatkan subsidi. Dengan harapan, harga daging sapi bisa ditekan.

”Kita masih tidak tahu langkah apa yang akan dilakukan, apakah itu menambah peternak sapi atau memakai stok sapi dari wilayah lainnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini sapi asal Kupang, sudah masuk dua pekan sekali. Walaupun begitu, Jawa Barat saat ini dianggap daerah yang mampu memenuhi kebutuhan sapi nasional. Sekitar 30 persennya sudah terpenuhi untuk nasional. (yul/nit/rie)

0 Komentar