oleh

BPJS Kesehatan Masih Defisit

bandungekspres.co.id – Rencana kenaikan tarif iuran peserta mandiri JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) untuk pelayanan kelas III telah resmi dibatalkan. Pembatalan ini berpotensi menimbulkan defisit cukup besar pada keuangan yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Potensi ini muncul dari simulasi hitungan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) bersama sejumlah pakar soal besaran iuran JKN. Dalam kalkulasinya, DJSN membeberkan potensi defisit BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp 9,78 triliun bila iuran tidak dinaikkan. Kemudian, dengan kenaikan pada seluruh kelas pelayanan seperti rencana awal yang tercantum dalam Peraturan Presiden nomor 19 Tahun 2016, potensi miss match bisa dikurangi hingga Rp 3 triliun.

Baca Juga:  Optimalkan Penegakan Kepatuhan Badan Usaha melalui Sinergi dengan Pemangku Kepentingan

Sebagai informasi, dalam Perpres 19/2016, iuran seluruh peserta mandiri direncanakan naik mulai kemarin (1/4). Untuk peserta dengan pelayanan kelas I, naik dari Rp 59.500 menjadi Rp 80 ribu per orang per bulan. Sedangkan, untuk kelas II dan kelas III, masing-masing naik dari Rp 42.500 menjadi Rp 51 ribu dan Rp 25.500 menjadi Rp 30 ribu.

Namun dalam perjalanannya, rencana tersebut dibatalkan di menit-menit akhir. Pemerintah mencabut aturan kenaikan iuran untuk pelayanan kelas III. Sehingga, hanya peserta mandiri dengan pelayanan kelas I dan kelas II saja yang harus mengiur lebih mahal mulai kemarin.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga