bandungekspres.co.id – Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Yamardi menilai, para kandidat yang akan maju pada Pilwakot mendatang harus mulai memperkenalkan diri kepada publik, baik yang berasal dari partai politik, maupun perorangan. Pasalnya, meski pemilihan akan berlangsung tahun depan, namun masyarakat Cimahi sangat perlu mengetahui calon-calon yang akan maju di Pilkada 2017 nanti.
”Masyarakat butuh waku yang cukup lama dalam menilai siapa yang bakal menjadi pemimpinnya lima tahun ke depan. Karenanya, bakal calon harus sudah mulai tampil mennjukan eksistensinya di mata publik,” jelasnya, belum lama ini.
Menurut Yamardi, masyarakat butuh waktu untuk melakukan penilaian siapa yang kira-kira akan dipilihnya dalam Pemilukada mendatang, karena itu sosialisasi para bakal calon Wali Kota bisa dilakukan lebih dini. ”Jika seorang bakal calon sudah terlihat track record-nya, maka saat dilaksanakan Pilkada nanti, para pemilih sudah siap unruk menentukan siapa yang akan dipilihnya di bilik suara, pengenalan diri ini cukup penting untuk mempengaruhi pemilih, apalagi kepada pemilih pemula,” jelasnya.
Baca Juga:TB Hasanudin Siap Maju di Pilgub JabarUber dan Grab Sepakati Syarat
Sedangkan Praktis Hukum, Teodorik Gultom mengatakan, Perbedaan pandangan politik jangan dianggap sebuah kebencian. Namun, perbedaan harus dijadikan motivasi agar makin menjadi manusia yang berkualitas. ”Politik dan persepsi masih bergerak. Keutamaan yang sejati adalah kita mengikuti dan mengawal proses Pilkada Kota Cimahi dengan cara-cara yag agung,” katanya. ”Tugas kita sebagai rakyat untuk menemukan Wali Kota yang baik dan mengikuti serta mengawal seluruh proses politiknya, jangan terbuai dan terlena terhadap perbedaan. Sesungguhnya tugas kita adalah mencari pemimpin bukan berdebat atas perbedaan. Jika ada kritikan kepada siapapaun yang menyataan diri untuk maju hal itu menjadi energi dalam melakukan perjuangan,” imbuhnya.
Sementara, Aktifis LSM Halomoan Aritonang menyebutkan, siapapun yang nenjadi Wali Kota di Cimahi memiliki program-program pro-rakyat, dan para balon tidak sibuk dalam pencitraan semu belaka, masing masing harus mampu membuktikan itikad baiknya dalam memimpin warga Kota Cimahi yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan penganut agama serta berbagai latar belakang budaya yang berbeda. ”Siapapun yang akan terpilih nantinya, harus bisa mengayomi warga Cimahi, karena warga Cimahi sangat heterogen.” pungkasya. (bun/asp)
