Niat Mengabdi Sempat Terhalang Birokrasi

Sayang, lagi-lagi kekecewaan harus dialaminya di negeri sendiri. Niatnya mengabdi terhalang birokrasi. Lisensi dokter gigi yang didapatkannya di Jepang tidak berlaku di Indonesia.  ’’Mereka bilang enggak mungkin mengubah aturan hanya untuk satu orang. Saya pun tidak bisa praktik di sini,’’ jelasnya.
Gandhi akhirnya kembali ke Jepang dan berpraktik di sana sambil mengambil spesialis. Bedah mulut dan maksilofasial jadi pilihan Gandhi. Tapi, karir yang sudah bagus tidak membuat hidup Gandhi tenang.

Dia tetap merasa harus bisa berkontribusi untuk negeri sendiri. Jika tidak bisa menjadi dokter gigi, mungkin dia bisa berkontribusi melalui profesi lain. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengambil program master di bidang bioteknologi di UGM.
Untuk bisa menyelesaikan dua program kuliahnya di Jepang dan Indonesia, Gandhi harus rela bolak-balik. ’’Ini jadi satu-satunya jalan agar saya bisa berguna untuk Indonesia,’’ ucap pemuda asal Magelang tersebut.

Lulus dari UGM, Gandhi kembali ke Jepang untuk merampungkan program spesialis. Setelah keduanya rampung, Gandhi mulai meniti karir di Indonesia sembari aktif berpraktik sebagai dokter gigi di Jepang.
Di Indonesia, Gandhi dipercaya menyusun kurikulum untuk jurusan baru di Universitas Aisyiyah (UNISA) Jogjakarta yang sebelumnya bernama Stikes Aisyiyah. Di sana pula dia akan menjadi dosen tidak tetap.
Melalui kepercayaan yang diberikan UNISA, Gandhi mengajukan program penerimaan mahasiswa baru untuk para difabel. Rencananya diterapkan mulai tahun akademik 2016. Kuotanya total 20 kursi.
Nah, setelah menemukan titik terang mengabdi kepada negara sendiri, Gandhi mencoba melamar beasiswa program doktoral di bidang medical bioengineering ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Dan, lolos.
Kampus di ibu kota Jepang, University of Tokyo, jadi pilihan Gandhi. Alasannya tentu saja agar dia masih bisa melakukan praktik dokter gigi sambil berkuliah.

Gandhi mengaku, pemilihan jurusan untuk program doktoralnya memang agak nyeleneh untuk seorang dokter gigi. Tapi, dalam benaknya, bidang itu justru akan bisa memudahkan dirinya untuk melakukan tindakan sebagai dokter gigi.
Selain itu, bidang tersebut merupakan pengembangan jurusan baru yang dirintisnya di Indonesia. Di bidang medical bioengineering itu, Gandhi akan berfokus mempelajari stem cell dan artificial organ.

Tinggalkan Balasan