Belum Terima Edaran Pelegalan Bali

Dishub
ARIESANT/RADAR BEKASI
AKSI: Beginilah suasana dan kondisi balapan liar (Bali) kalangan remaja dan pelajar di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Salatan.
0 Komentar

bandungekspres.co.id– Pasca Polda Metro Jaya secara resmi melegalkan balap liar (Bali) di Ibu Kota menuai pro kontra dari warga di Kota Bekasi yang hobi menggunakan motor kencang. Dikhawatirkan, dari aksi Bali tersebut akan muncul taruhan yang berujung pada perjudian.

Salah satu mekanik motor dari Duffy Duck Motor, Ahmad Junaidi mengatakan, jika Bali tersebut dilegalkan, maka taruhan tidak akan terhindari yang mengarah perjudian dari permainan maupun penonton balap liar. Namun dirinya cukup mengapresiasi Polda Metro Jaya yang memberikan wadah atau ingin melegalkan balap liar.

’’Bagi saya sebagai mekanik hal itu jadi dilema, pasalnya penghobi Bali saat ini sekitar 70 persen dari kalangan pelajar. Dan itu mereka selalu ke luar malam untuk mengikuti Bali disertai taruhan,” ujar pria yang akrab disapa Ajun ini, kemarin.

Baca Juga:Enam Kecamatan Endemis DBDDisparbud Akan Bina Kampung Kreatif

Menurutnya, dengan adanya rencana akan dilegalkannya Bali tersebut perlu pengkajian yang matang, seperti arenanya tidak menggangu pengguna jalan lain, termasuk kegiatan yang dilakukan tidak malam hari.

’’Karena aksi Bali itu imej-nya sudah jelek, dan pasti identik ke luar malam dan baru pulang Subuh. Maka dari itu, harus dicari solusi terbaik oleh pemerintah, khususnya kepolisian,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan warga Kaliabang, Eko Iskandar, yang tidak setuju jika Bali dilegalkan. “Seharusnya pemerintah terlebih dahulu menyediakan lokasi khusus bagi pembalap liar yang selama ini kerap meresahkan masyarakat dan pengguna jalan,” katanya.

Menanggapi rencana itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota Komisaris Bayu Pratama mengungkapkan, jika pihaknya sudah diundang rapat di Polda agar disiapkan fasilitas bagi para Bali, supaya tidak ada lagi aksi Bali di jalan raya.

’’Kami juga akan melakukan rapat koordinasi lintas sektoral, dan rencananya minggu ini kami akan mengundang para pihak terkait seperti halnya Pemkot Bekasi. Mudah-mudahan rencana Polda bisa terealisasi apabila sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengakui rencana tersebut perlu ada pengkajian khusus. Seperti keamanan bagi peserta Bali maupun penonton.

0 Komentar